Burung Kakatua Paling Jelek di Dunia

Burung Kakatua Paling Jelek di Dunia


















Jika ada gelar paling cantik maka tak heran bila ada yang menyandang status terjelek sedunia. Kali ini seekor burung kakatua asal Jerman yang "beruntung" mendapat titel tersebut. Nelson pun menjadi burung paling jelek di dunia. 

Saking jeleknya, Nelson digambarkan sebagai persilangan antara alien dan ayam panggang. Ia pun langsung ditolak oleh sang induk begitu lahir bulan lalu di Bergzoo, Jerman. Nelson adalah satu-satunya dari tiga telur yang diletakkan begitu saja oleh induknya untuk menetas dan bertahan hidup sendiri. 

Anak kakatua jenis Kea ini sekarang tengah dirawat secara intensif oleh staf kebun binatang. Nelson pun menghabiskan empat minggu pertama hidupnya di inkubator. 

Kea adalah kakatua asli dari pegunungan Selandia Baru yang dikenal dengan kecerdasan dan rasa ingin tahunya yang besar. Saat menginjak usia dewasa, Kea akan memiliki bulu warna hijau zaitun dengan garis oranye dibawah sayapnya.

kasihan yah....

Ditangkap Polisi Karena Perkosa Bebek

Ditangkap Polisi Karena Perkosa Bebek
Seorang pria di Turki harus ditangkap polisi akibat tuduhan telah memperkosa bebek. Pria Turki yang telah berusia 50 tahun ini di tuduh telah memperkosa bebek oleh ayah mertuanya sediri. Ceritanya bermula ketika sang Ayah mertua menginap di rumah menantunya yang berada di Provinsi Bursa Bursa, Marmara, Turki.












Ketika itu sang ayah mertua menemukan ‘bulu dan darah’ di tempat tidur menatunya dan seekor bebek. Bahkan, menurut sang ayah mertua, bebek itu tampak tak bisa berjalan setelah diperkosa.

Ternyata bukan hanya ayah mertua saja yang menmukan keanehan di rumah menatunya ini , Ibu mertua nya juga menemukan baju menatunya dipenuhi dengan darah tersangkut di pohon dekat rumah.

Sementara bebek yang diduga menjadi korban pemrkosan ini mejalani pemeriksan medis Dokter menemukan kerusakan di usus si bebek. Kondisi hewan ini dilaporkan sudah membaik semntara sang menatu yang diduga telah memeprkosa bebek harus ditangkap polisi untuk dipriksa lebih lanjut atas pemerkosan bebek ini.

ada-ada saja yah...

Sepotong Kardus Bekas Berbentuk "Seperti" iPhone 5 Dihargai 3 Milyar

Sepotong Kardus Bekas Berbentuk "Seperti" iPhone 5 Dihargai 3 Milyar
Harga sepotong kardus bekas yang oleh pemiliknya dideskripsikan sebagai ' sepotong kardus yang (sedikit) mirip dengan iPhone 5' melambung tinggi hingga di atas 3 milyar rupiah. Apa sebenarnya keistimewan barang tersebut?

Sepotong kardus bekas yang dilelang melalui situs pelelangan online ebay tiba-tiba menjadi barang terkenal setelah bid-nya mulai mencapai harga yang tidak masuk akal. Lucunya, kardus tersebut sebenarnya tak memiliki keistimewaan sama sekali, selain menjadi target keisengan pengguna salah satu situs paling iseng di dunia, 4chan.

Ya, melihat popularitasnya yang meroket tajam dalam waktu sesaat, plus masukan bid yang luar biasa tak masuk akal, bisa dipastikan jika hampir seluruh 'bidder' kardus tersebut dipastikan dari pengguna 4chan. Sebuah thread mengenai kardus ini sempat muncul beberapa jam yang lalu sebelum akhirnya thread tersebut 'berubah bentuk' setelah menarik cukup banyak perhatian dari pihak luar.

Kini kabarnya ebay telah menutup lelang untuk barang tersebut. Tapi yang menjadi pertanyaan, bagaimana seseorang bisa berani melakukan bid setinggi itu walaupun untuk sekedar iseng-isengan? Ternyata jawabnya mudah saja, orang tersebut tinggal menutup akun mereka.

Buat yang tidak sempat melihat, ini screesnhot dari halaman barang itu ketika masih belum dicabut:


Misteri Asal-Usul Pinokio Akhirnya Terungkap

Misteri Asal-Usul Pinokio Akhirnya Terungkap
Kisah boneka kayu Pinokio (Pinocchio) yang dibuat oleh seorang tukang kayu di Florensia mungkin adalah kisah anak yang paling dikenal di seluruh dunia.


















Penelitian terbaru mengungkap bahwa kisah yang ditulis oleh Carlo Collodi 130 tahun lalu pada 7 Juli 1881 memiliki akar yang kuat dengan dunia nyata.

Menurut Alessandro Vegni, seorang ahli komputer, yang membandingkan kisah itu dengan peta sejarah, kisah Pinokio berseting di desa Tuscan di San Miniato Basso, yang terletak di pertengahan antara Pisa dan Florensia. Nama asli desa tersebut sebenarnya adalah "Pinocchio."

Kisah Geppetto dan boneka kayu pinusnya, dibuat berseri dalam majalah anak-anak Italia dengan judul La Storia di un Burattino (Kisah Seorang Marionette) pada tahun 1881, dan kemudian diubah menjadi buku dua tahun kemudian yang diberi judul "Petualangan Pinokio."

Dipercaya sebagai buku kedua, setelah Injil, yang paling awal diterjemahkan ke bahasa lain, novel itu menginspirasi ratusan edisi barunya, drama panggung, pernak-pernik dan film seperti film animasi Disney.

Namun detil-detil terbaru mengenai kota Florentina dalam kisah itu mengungkapkan detil baru yang menkajubkan tentang karya ikonik itu.

"Nama desa itu (San Miniato Basso) yang sekarang diberikan pada tahun 1924," ungkap Vegni. "Kami mengetahui dari rekaman sejarah bahwa desa itu aslinya 'Pinocchio,' kemungkinan dinamakan seperti nama sungai yang ada di dekat desa itu."

Collodi sudah pasti tahu desa itu. Ayahnya, seorang koki terkenal, hidup di dekat desa itu selama beberapa tahun. Pada tahun 1825, setahun sebelum kelahiran Carlo, ayahnya pindah dari kawasan Pinocchio ke Florensi untuk bekerja bagi Marquis Lorenzo Ginori Lisci.

Vegni percaya bahwa Collodi tak hanya mengunjungi San Miniato, tapi juga bertemu beberapa orang disana dan sangat mungkin ia menggunakan orang-orang itu untuk menginspirasi karakter-karakternya.

"Saat Geppetto menamakan bonekanya, ia berkata bahwa ia tahu seluruh keluarga Pinocchio: ayah Pinocchio, ibu Pinocchio, dan anak-anak Pinocchio. Penduduk asli San Miniato disebut Pinocchi atau Pinocchini."


Dimulai dari San Miniato, penelitian Vegni menunjukkan sejumlah kesamaan dengan kisah Collodi.

Terdapat "casa Il Grillo" (Rumah Jangkrik), sebuah bangunan pedesaan yang namanya mungkin merujuk pada Jangkring Yang Berbicara dan desa Osteria Bianca (Penginapan Putih) dimana pubnya masih ada yang Vegni percaya menginspirasi Penginapan Udang Merah dalam cerita.

Yang menarik, si Rubah dan Kucing yang bertemu dengan Pinokio nampaknya berhubungan dengan dua segi dalam peta: Rio delle Volpi (Sungai Rubah) dan dua rumah yang disebut "Rigatti" (berasal dari kata "gatti" yang berarti kucing-kucing).

Tak jauh dari situ, desa La Lisca (Tulang Ikan) bisa jadi menginspirasi alur kisah Pinokio yang ditelan oleh ikan paus.

Yang pasti, nama-nama tempat itu memainkan peran ketika penulis Pinokio memilih nama penanya.

Teralhir dengan nama Carlo Lorenzini, sang penulis menggunakan nama Carlo Collodi seperti nama kampung halaman ibunya, Collodi, dekat Pistoia di Tuscany.

Namun tak semua orang setuju dengan klaim Vegni ini.

Menurut Gianni Greco dari Asosiasi Pinokio, Pinocchio berseting antara Florensia dan Castello, di sebuah kotak kecil di dekatnya.

"Penelitian ini menarik, tapi aku tidak percaya bahwa Lorenzini terinspirasi oleh San Miniato dan lingkungannya," kata Greco, yang memiliki koleksi besar pernak-pernik Pinokio, termasuk edisi pertamanya.

"Dia menghabiskan musim panasnya di Castello di villa saudara laki-lakinya dan disana dia menulis ceritanya. Di Castello dia bertemu Giovanna Ragionieri, seorang gadis pirang kecil denagn mata baru yang dikatakan menginspirasi karakter Peri Berambut Biru," kata Greco.

Hati hati Makan Gorengan dan Minum Kopi di Pagi Hari

Hati hati Makan Gorengan dan Minum Kopi di Pagi Hari
Jangan memulai hari dengan sarapan makanan berlemak seperti gorengan, apalagi jika disajikan dengan kopi sebagai teman sarapan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kombinasi keduanya menyebabkan lonjakan gula darah.

Menurut sebuah studi dari University of Guelph, minum kopi setelah makan makanan berminyak dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Efek ini bahkan berlaku untuk orang yang sehat yang tidak berisiko terhadap diabetes.

Seperti yang telah diketahui, makan makanan berminyak telah dikaitkan dengan lonjakan gula darah. Nah, dengan menggabungkannya dengan minum kopi dapat menggandakan dampak tersebut.

Peneliti menyatakan bahwa gorengan mengandung lemak jenuh yang membuat tubuh kesulitan membersihkan gula dari darah. Meski telah lewat beberapa jam setelah makan gorengan, minum kopi dapat menambah tingkat kesulitan pembersihan gula.

“Hal ini menunjukkan bahwa efek makanan tinggi lemak dapat berlangsung hingga berjam-jam,” kata Marie-Soleil Beaudoin dan Terry Graham, peneliti dari University of Guelph, seperti dilansir theglobeandmail, Sabtu (3/11/2012).

Tim peneliti meminta beberapa peserta studi untuk makan makanan berlemak, kemudian setelah 6 jam, peserta diminta minum minuman gula. Biasanya, tubuh langsung memproduksi insulin untuk menghilangkan gula dari darah.

Tetapi penelitian menunjukkan bahwa setelah makan makanan berlemak, tubuh kurang dapat memproduksi insulin dan tingkat gula dalam darah peserta 32 persen lebih tinggi dibanding peserta penelitian yang tidak mengonsumsi makanan berlemak sebelumnya.

Bagian kedua penelitian, peserta diminta untuk minum 2 cangkir kopi setelah 5 jam makanan berlemak dan minuman gula. Hasilnya kadar gula dalam darah meningkat hingga 65 persen dibanding kelompok kontrol.

Gula yang berlama-lama dalam darah dapat merugikan kesehatan seperti meningkatkan risiko diabetes, kerusakan arteri, dan penyakit jantung. Studi ini diterbitkan dalam Journal of Nutrition.

Orang yang berisiko tinggi terhadap diabetes atau penyakit jantung, harus lebih berhati-hati mengkombinasikan makanan. Hindari makanan tinggi lemak dan batasi asupan kafein untuk menjaga ketabilan gula darah.

10 Ekspresi Budaya Kebanggaan Tou Minahasa

10 Ekspresi Budaya Kebanggaan Tou Minahasa
Zaman digital ini membuat manusia berpacu, berusaha meng-update perkembangan terbaru dalam berbagai hal termasuk dalam gaya hidup tidak terkecuali orang Minahasa. Secara natur tou Minahasa amat terbuka dengan perubahan dan akan terus mengupdate perkembangan gaya hidup modern. Di satu sisi memiliki nilai positif tetapi dampak lainnya adalah dengan derasnya gaya hidup modern membuat ‘budaya’ Minahasa mulai terlupakan. Apalagi kerap anak muda menganggap yang namanya ‘budaya’ itu kuno alias ‘ndeso’ atau hanya milik tua-tua. Ironisnya banyak anak muda yang mengagung-agungkan budaya luar sementar budayanya sendiri tidak dipedulikan. Seakan budaya itu milik masa lalu dan yang lalu biarlah berlalu!

 Ada ungkapan yang menarik,”A people without the knowledge of their past history, origin and culture is like a tree without roots.” Orang yang tidak memiliki pengetahuan tentang masa lalu mereka, asal muasal dan budayanya ibarat pohon yang tanpa akar. Ibaratnya orang yang mengalami krisis identitas. Kalau seseorang itu mengaku tou Minahasa maka dia akan berusaha mengenal dan menghargai budayanya tersebut. Karena budaya itu yang juga turut membentuk jati diri alias identitasnya sebagai tou Minahasa sejati. Orang luar saja termasuk orang Barat mengakui kelebihan dan keunikan budaya kita, malah bule-bule atau londo-londo itu begitu antusias mengkaji budaya kita. Lah masak tou Minahasa malah minder atau malu atau tidak tertarik sama sekali sama budaya sendiri. Kan aneh.

Memang harus diakui ada beberapa anggapan miring mengenai budaya Minahasa. Pertama ada anggapan bahwa seolah-olah budaya Minahasa itu tidak ada yang asli alias budaya impor karena pengaruh budaya Eropa semuanya. Kedua, ada anggapan bahwa budaya itu pasti terkait erat dengan okultisme sehingga budaya itu tidak patut dipertahankan. Ketiga, ada budaya-budaya yang menjadi sorotan negatif misalnya baku cungkel atau bagate ato bafoya-foya. Untuk statemen yang pertama, bahwa seolah-olah budaya Minahasa itu tidak ada yang orisinil sebenarnya tidak mendasar. Memang ada pengaruh budaya Barat seperti katrili tapi ada budaya-budaya asli Minahasa yang bisa 'survive' alias bertahan semenjak kedatangan bangsa asing. Berarti budaya itu sudah teruji oleh zaman dan ini patut dibanggakan. Kedua, budaya Minahasa tidak semuanya terkait okultisme. Ibaratnya jangan dipukul rata, karena di budaya daerah lain juga ada. Banyak budaya Minahasa yang positif dan tidak ada konten atau relasi dengan okultisme. Budaya yang lain di luar Minahasa malah lebih banyak konten mistik dan okultismenya.Ketiga, dalam berbagai budaya di dunia pasti ada juga budaya atau kebiasaan tertentu yang negatif, tapi yang pasti tou Minahasa sejati tidak akan setuju dengan budaya seperti itu. Makanya menjadi tugas tou Minahasa untuk mengeliminasi kebiasaan negatif itu dan sebaliknya berusaha mengembangkan dan melestarikan budaya yang positif.

Minahasa sesungguhnya memiliki khazanah budaya yang unik, menarik dan patut dibanggakan serta bisa diekspos ke tingkat internasional. Budaya Minahasa jangan hanya dipandang sempit dalam bentuk yang sifatnya pertunjukkan, seni atau entertaintment. Ada budaya yang tidak terlihat tapi sebenarnya sangat vital dan fundamental dan itulah yang menjiwai tou Minahasa sejati! Budaya yang tidak kelihatan itu adalah semacam 'way of life' atau bahasa antiknya falsafah hidup atau mentalitas yang menyatu dalam ekspresi budaya. Budaya semacam ini tidak terikat oleh tempat atau kondisi sehingga ketika orang Minahasa di perantauan maka budaya hidup seperti ini bisa terus dibawa, dipertahankan, diekspresikan. Simak beberapa ekspresi budaya Minahasa yang patut kita banggakan:

Pertama, budaya Mapalus. Mapalus adalah suatu ungkapan yang bermakna bekerja sama untuk mewujudkan sesuatu yang baik. Berasal dari istilah bekerja di kebun (ma’ando) di mana para pekerja rame-rame mengerahkan tenaga (palus) untuk menggarap kebun sehingga bisa menghasilkan sesuatu. Mapalus dihasilkan oleh orang-orang yang memiliki semangat kerja keras dan spiritnya adalah demi untuk membantu orang lain. Itu sebabnya spirit Mapalus dipakai dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Budaya Mapalus ini bahkan diklaim memiliki kelebihan. Menurut buku The Mapalus Way, mapalus sebagai sebuah sistem kerja memiliki nilai-nilai etos seperti, etos resiprokal, etos partisipatif, solidaritas, responsibilitas, gotong royong, good leadership, disiplin, transparansi, kesetaraan dan trust.[1] Di tengah tantangan dunia yang semakin individualistis dan egois yang tak akan terelakkan mempengaruhi setiap orang Minahasa baik di daerah maupun di luar daerah maka spirit Mapalus ini kiranya akan tetap mempersatukan dan mengeratkan persaudaraan tou Minahasa.

Kedua : I Yayat U Santi! Terus terang cukup sering baca kalimat ini tapi nggak tau artinya. Bersyukur saat mau nulis tentang artikel ini ada Mr Google yang menampilkan referensi tentang arti kata ini. “I Yayat U Santi! “, adalah ekspresi yang dilontarkan oleh 'leader' dari para petarung atau prajurit yang menarikan tarian perang yaitu tari Kabasaran. Ekspresi itu bermakna secara literal “Angkat dan acungkan senjatamu!”.[2] Ini diungkapkan pastinya dalam konteks perang bukan hanya sebagai perintah atau komando tetapi juga untuk mengobarkan semangat untuk menghadapi musuh, yang disambut dengan teriakan “Yohooi!” oleh para prajurit. Ungkapan ini untuk menghalau kegalauan dan kegentaran menghadapi lawan. Makna ungkapan itu kalau ditarik pada jaman sekarang berarti spirit atau semangat untuk berjuang menghadapi tantangan, semangat untuk maju dengan penuh keberanian! Dengan kata lain ini adalah suatu prinsip untuk tegar, maju menghadapi rintangan dan mengalahkan tantangan. Lawan atau tantangan saat ini adalah kebodohan, kemabukan, korupsi, kemalasan yang bisa melanda insan Minahasa. Spirit ini harusnya dimiliki anak-anak muda masa kini untuk berani menghadapi realita dan tantangan hidup dengan penuh keberanian dan ketegaran, bukannya melarikan diri dari realita dan galau dengan ngefly atau teler! 

Ketiga, Pengucapan! Walaupun kata ini diserap dari bahasa Malayu atau Indonesia tapi spirit ini begitu kental dalam budaya Minahasa. Yang saya maksudkan bukan hanya acara sekali setahun yang dirayakan waktu selesai panen tetapi semangat ini dapat dilihat dalam respon orang Minahasa sehari-hari. Orang Minahasa punya suatu tradisi untuk mengadakan syukuran mulai dari 'rumambak' alias nae rumah baru, baptisan, hari ulang tahun, ulang tahun perkawinan dan lain sebagainya. Spirit yang ada dalam diri orang Minahasa adalah bahwa hidup itu harus dirayakan dengan sesama yang didasari dalam pengakuan akan berkat dan anugerah Tuhan. Ekpresi pengucapan itu sendiri adalah suatu selebrasi hidup, suatu perayaan syukur yang benar-benar menjiwai orang Minahasa. Tidak heran dalam acara kedukaan ada acara “Rumame” atau”Brantang” di mana orang-orang membawa makanan untuk dinikmati bersama keluarga yang berduka. Keluarga yang berdukapun akan menyediakan tempat dan so pasti makanan untuk orang-orang dalam jumlah yang mampu disediakan. Inilah spirit ucapan syukur. Dalam suka maupun duka orang Minahasa bersyukur. Puncak ucapan syukur tradisional itu adalah “Pengucapan” yang di adakan pertengahan tahun. Kegiatan ini menjadi kegembiraan dan sukacita yang dimulai dari mempersembahkan hasil panen di Gereja dan setelahnya beralih pada acara di rumah-rumah yaitu dengan bersantap ria makanan khas Minahasa!

Keempat, tarian : Tari Maengket. Tarian maengket adalah tarian yang berpadu dengan musik dan nyanyian bersama. Sejumlah pengamat kesenian bahkan melihat maengket sebagai satu bentuk khas sendratari berpadu opera.[3] Tari Maengket adalah tarian khas Minahasa yang terkait dengan pertanian. Tarian ini jelas merupakan ekspresi syukur kepada Tuhan dan dilakukan pada saat panen sedang berlangsung. Ekspresi tarian yang dilakukan sebagai ungkapan syukur atas kelimpahan panen ini disebut Maowey yang dijadikan babak pertama dalam tarian Maengket. Babak keduanya adalah Marambak yaitu tarian dalam rangka pesta syukur atas rumah baru sekalian menguji kekuatan rumah baru tersebut. Rumambak juga merupakan spirit gotong royong dalam rangka membangun rumah baru tersebut. Sedangkan Lalayaan adalah tari pergaulan muda-mudi zaman dahulu kala di Minahasa yang tujuannya dulu mencari jodoh. Tari Maengket bahkan menjadi inspirasi grup pop-rock legendaris Indonesia, Koes Plus untuk menciptakan lagu berjudul “Mak Engket”. Lagu ciptaan Yok Koeswoyo ini dimuat dalam album Koes Plus Pop Melayu Volume 2 pada tahun 1974.[4]

Kabasaran adalah tarian khas para satria Minahasa dalam peperangan. Ciri khas tarian ini adalah para penari mengenakan kostum perang serba merah, mengangkat senjata parang atau tombak sambil melotot dan dengan wajah sangar membuat tarian ini nampak macho, kontras dengan sebagian besar tarian di daerah lain yang lemah nan gemulai. Kabasaran berasal dari kata “Kawasal ni Sarian” “Kawasal” berarti menemani dan mengikuti gerak tari, sedangkan “Sarian” adalah pemimpin perang. Pengaruh bahasa melayu Manado lalu mengubah penyebutan menjadi “Kabasaran”, yang tidak memiliki hubungan dengan kata “besar”.[5] Tarian pada akhirnya di zaman Belanda tarian ini dipakai untuk menyambut pembesar atau tamu agung dan juga mengiringi kematian petinggi-petinggi adat. Ada yang menarik dari tari Kabasaran yaitu Kabasaran ini tak selamanya ditampilkan dengan garang karena ada babak selanjutnya para satria berekspresi ceria yaitu di babak Lalaya’an.

Kelima, kerajinan : Kain Tenun Minahasa. Tenun Minahasa sempat menghilang kurang lebih selama 200 tahun. Makanya kalau kain tenun Minahasa bisa muncul saat ini patut disyukuri dan harus dijaga jangan sampai hilang lagi. Adalah Thomas Sigar, disainer berdarah Manado yang mencoba mengembalikan kain tenun tradisional Minahasa ini. Kain tenun Minahasa ini ternyata menarik perhatian para selebritis yang juga ikut memakainya.[6] (Jadi Anda harus bilang “Wow”, dong!  Tenun Minahasa memiliki keistimewaan karena “Tenun Minahasa”, memiliki motif yaitu Patola. Motifnya berbentuk geometris menyerupai sirip ular sawah yang dalam istilah Minahasa disebut patola. Pertanyaaannya, bisakah kain itu diproduksi massal dengan motif yang bisa dikembangkan tidak hanya ular Patola tapi mungkin saja motif Manguni, cengkih, Tarsius atau cakalang dengan harga yang terjangkau? Kalau batik saja bisa diproduksi massal dan dikenal sampai ke luar negeri, seharusnya perlu dipikirkan bagaimana bisa membuat produk ini dikenal dan dipakai oleh masyarakat dari semua kalangan di Minahasa. Selain kain bermotif patola, ada juga motif kain tenun yang kasar yang dipakai oleh pasukan Kabasaran.

Keenam, seni bangunan : wale Minahasa. Rumah adat Minahasa yang disebut wale atau bale berbentuk rumah panggung yang terbuat dari kayu. Konstruksi rumah panggung ini memiliki latar belakang yang unik yaitu terdapat dua tangga di depan rumah dan tiang penyangga berjumlah 16 atau 18. Kelebihan dari rumah panggung Minahasa adalah sudah terbukti tahan gempa dan gampang sekali untuk bongkar pasangnya sehingga kalau dipindah-pindah sangat praktis. Ciri khas dari rumah adat Minahasa juga adalah warna kayunya dibiarkan secara alami jadi tidak dicat disentuh cat baik luar maupun dalam, jadi secara ekologi sangat ramah lingkungan. Kendati demikian rumah adat Minahasa laku diekspor ke manca negara, sampai ke Jepang dan Afrika!

Ketujuh, kuliner Minahasa: Masakan Minahasa terkenal cita rasanya yang super pedes dan eksotik. Orang Minahasa suka makan daging tapi juga diimbangi dengan sea food alias ikan serta sayur-sayuran yang menarik selera. Masakan khas Minahasa terutama daging memiliki keunikan baik jenisnya maupun cara  pengolahannya.  Selain itu masakan daging memiliki julukan khusus misalnya masakan daging anjing yaitu RW (Rintek Wu'uk alias bulu halus), wiyo'o itu daging babi hutan, kawok yaitu si Mickey Mouse alias tikus dan paniki yaitu Batman eh si kelelawar. Rasanya kalo sudah diolah oleh para koki Minahasa benar-benar lekker van houten alias enak gila :). Cara masaknya ada yang dimasukin di bambu dan dipanggang, kalau daging babi jadilah tinoransak. Daging babi yang dipanggang begitu saja jadilah ra’gey. Hm laper kalo membahas ini. Selain daging, masakan Minahasa ada yang terbuat dari batang pisang dan bambu muda. Belum lagi yang paling terkenal dan bisa dimakan semua orang yaitu bubur Manado. Makanan ringan juga sangat terkenal yaitu nasi jaha yang dipanggang di bambu, panada, cucur, bagea, halua dan lain-lain. Lalu ada gohu yang dibuat dari papaya yang diduetkan dengan kuah yang pedes. Esnya pake es brenebon, hm mantap kwa.

Kedelapan, musik : Kolintang dan Musik Bambu. Kedua jenis musik ini sangat atraktif dan menghasilkan suara musik yang khas. Kolintang yang berbahan dasar kayu dan musik bambu yang terbuat dari bambu tetapi sekarang ini dipadukan dengan alat music dari logam sehingga menjelma menjadi musik bambu klarinet. Kedua alat musik ini menjadi andalan Tou Minahasa dan sering ditampilkan dalam berbagai event. Kolintang dulunya juga sempat menghilang dari peredaran budaya Minahasa tapi akhirnya bisa dikembangkan lagi dan menjadi andalan budaya dalam bidang musik. Darimana asal nama musik kolintang? Pakar music kolintang Petrus Kaseke menyatakan bahwa nama kolintang berasal dari bunyi kayu yang dipukul menghasilkan suara “tong ting tang.”[7]  Khusus untuk musik bambu klarinet, musik ini juga sudah cukup dikenal di manca negara. Bahkan salah seorang utusan dari Bill Clinton, mantan presiden USA pernah memesan khusus saksofon bambu khas Minahasa ini karena beliau sangat mahir memainkan saksofon.

Kesembilan, peninggalan arkeologi. Waruga merupakan kubur batu yang dipakai ratusan tahun yang lalu. Waruga yang artinya wale (rumah) dan ruga (raga) orang yang sudah meninggal terbuat dari batu besar yang dipahat. Keunikan waruga adalah terletak pada ukiran-ukiran yang bermotif tumbuhan, hewan atau bentuk geometri tradisonal lainnya. Benda-benda kuno lainnya seperti menhir dapat ditemukan di beberapa daerah di Minahasa. Menhir atau tugu batu yang memiliki sebutan pasak wanua atau batu baranak meruapakan suatu tanda pendirian suatu kampung. Selain itu ada juga peninggalan yaitu watu Pinawetengan, watu Rerumeran, watu Tiwa, watu Tumotowa. Pada batu-batu itu terdapat huruf-huruf kuno yang dikenal sebagai aksara Malesung yang diperkirakan umurnya lebih tua dari huruf Pallawa. Menurut David Lumoindong, aksara di watu Pinawetengan merupakan suatu deklarasi perdamaian, kebebasan, pembagian wilayah dan pemerintahan yang kuno. Ini berarti tou Minahasa zaman dulu udah mengenal yang namanya hidup berdemokrasi dan hak kebebasan yang termasuk paling tua di Nusantara (wikipedia).

Kesepuluh, tradisi hari besar. Selain Pengucapan, orang Minahasa yang umumnya beragama Kristen mengenal tradisi hari raya Kristen yang unik. Misalnya dalam memyambut hari besar seperti Natal dan Tahun Baru maka ada suatu tradisi yang berbeda dibanding tempat lain. Misalnya ada pemasangan lampion Natal serta pohon Natal jauh sebelum bulan Desember. Ketika masuk bulan ber-ber, September, Oktober, November maka sudah mulai diperdengarkan lagu-lagu Natal dan orang-orang sibuk membuat kue Natal. Ketika Natal dirayakan tidak hanya pada tanggal 25 tapi juga dibuatkan Natal kedua, yang kiranya hanya ditemui di Minahasa! Sama halnya dengan Tahun Baru juga ada Tahun Baru kedua serta Kuncikan yaitu minggu terakhir bulan Januari sebagai penutup tahun baru. Maka orang Minahasa di perantauan pasti tidak akan kehilangan momen langka seperti ini, sehingga Natal menjadi ajang pulang kampung sekalian berlibur seperti tradisi mudik pada Lebaran di Jawa. Pada hari Paskah juga sering diadakan pawai Paskah dan pemasangan lampion juga yang berbentuk salib.

Mengintegrasikan Budaya Dalam Pendidikan

Tak dikenal maka tak sayang, demikian juga pepatah ini berlaku dalam hal budaya. Generasi muda seringkali minim dalam pengetahuan tentang budaya karena itu menurut saya sekolah adalah tempat yang tepat untuk memperkenalkan budaya. Di sekolah kan ada muatan lokal dan seharusnya guru bisa memaksimalkan jam muatan lokal itu secara kreatif dan berkualitas. Jangan sampai anak-anak sekolah sekarang buta dengan budayanya sendiri bukan cuma dalam berbahasa 'tana’, tarian tetapi nilai-nilai luhur atau way of life dari orang Minahasa itu seharusnya diajarkan dan dikenalkan kepada generasi muda sehingga mereka tidak akan lupa identitas atau jati dirinya. Jangan sampe anak-anak muda Minahasa bertanya,”Maengket”, itu apa ya? Salah satu cara yang bisa dipakai yaitu dengan mengadakan acara “Minahasa Week,” di sekolah atau Pekan. Nah, lomba-lomba dalam rangka mempromosikan budaya Minahasa bisa ditampilkan. Mulai dari lomba tari, pidato, menulis, busana atau disain busana daerah sampai lomba memasak masakan Minahasa a la Master Chef.

Memanfaatkan Dunia Digital

Budaya Minahasa apabila diekspos melalui dunia digital akan bisa menjangkau lebih luas terutama generasi muda. Misalnya, bahasa tana’ di Minahasa yang lama-kelamaan mulai ditinggalkan karena para penuturnya sudah tua dan orang muda tidak diajari atau malas plus gengsi memakainya. Salah satu cara yang bisa dipakai adalah dengan memanfaatkan sosial media. Caranya seperti yang pernah saya temui adalah dengan memakai bahasa daerah dalam forum atau group di sosial media Untuk tarian, salah satu cara untuk memperkenalkan tarian dalam skala nasional atau dunia misalnya membuat tarian massal atau flash mob. Misalnya membuat tarian maengket massal yaitu melibatkan massa yang besar, direkam dan diedit dengan professional lalu diupload dengan berbagai bahasa sehingga memudahkan pencarian. Penulis pernah mencari di youtube tarian massal maengket yang katanya memecahkan rekor Muri karena melibatkan 6000-an penari, sayangnya tidak ketemu. Untuk rekor tarian massal daerah ternyata tarian Maengket sudah kalah sama daerah lain yang melibatkan sampai 8000-an penari. Intinya bukan hanya masalah jumlah rekor peserta tapi bagaimana kareografi dan pengambilan gambar yang bagus akan membuat tarian Maengket enak dipandang. Ada yang mau membuat flashmob atau tarian massal yang lebih bagus lagi? Video klip memang adalah cara yang ampuh untuk mempromosikan budaya karena budaya saat ini adalah budaya visual.

Suatu kali saya tertegun dengan suatu klip di youtube tentang video makanan orang Minahasa yang justru dibuat dan diupload oleh orang bule. Isi videonya tentang berbagai menu makanan khas MInahasa dan videonya diambil di rumah makan yang sederhana. Saya cuma mikir kok malah orang bule yang begitu antusias dengan budaya khas Minahasa dalam bentuk kuliner sedangkan orang Minahasa sendiri belum terpikir untuk meng-uploadnya Cuma meng-upload di puru doang, ha ha. Ini suatu contoh kecil saja, jangan sampe budaya Minahasa lalu diklaim oleh orang lain terutama orang Malaysia baru orang Minahasa ba demo! Ya ini Cuma pengandaian saja yang agak lebay. Pastikan bahwa kita bangga dengan budaya Minahasa dan terus melestarikan dengan berbagai cara, salah satunya dengan pemanfaatan media teknologi saat ini.

Penutup

Dengan pengenalan sekilas akan budaya Minahasa kiranya akan membuat kita semakin bangga dengan budaya kita sendiri. Apalagi dengan pengetahuan akademik yang makin tinggi yang dimiliki tou Minahasa sepatutnya mendorong kita untuk lebih mengapresiasi budaya Minahasa. Dengan spirit yang ada pada tou Minahasa ini maka kelangsungan budaya itu tidak perlu menggantungkan pada usaha pemerintah. Pelestarian budaya itu adalah tanggung jawab kita semua, iyo toh?!.

Saya pribadi juga bangga dengan marga atau fam yang saya miliki saat ini yaitu Rondonuwu. Marga Minahasa itu unik karena nama-nama fam itu menyandang arti, mirip dengan pemahaman nama orang yahudi bahwa nama itu memiliki arti dan mencerminkan kepribadian. Fam "Rondonuwu" itu berarti "berbicara yang lurus", arti nama ini saya selidiki sendiri pada waktu saya masih SD dan hal itu terngiang terus sampai sekarang. Saya bangga dengan fam ini dan tidak terpikir untuk menggantinya dengan "Messi, Beckham atau Guardiola, he he. Saya akan tetap bangga dengan nama ini karena turut mengingatkan akan jadi diri saya sebagai tou Minahasa kapanpun dan di manapun. Makanya fam ini pula yang saya ikut lestarikan pada dua anak saya karena mereka juga adalah tou Minahasa kacili :). So, tua muda besar kecil tinggi pendek kurus gode lurus dengan ba olven, "Mari jo jaga torang pe budaya, mari jo torang lestarikan budaya Minahasa".

image : beetravel.beesolution.net
___________________________________

[1]http://id.wikipedia.org/wiki/Mapalus.
[2]http://www.theminahasa.net/social/stories/iyayat.html
[3]http://kolintang.blogspot.com/
[4]http://www.indonesiawonder.com/id/tour/wisata-budaya/tari-maengket
[5]http://id.wikipedia.org/wiki/Kabasaran.
[6]http://warisanindonesia.com/2011/05/tenun-minahasa-setelah-200-tahun-hilang/
[7]http://kolintang.blogspot.com/2010/02/standarisasi-alat-musik-kolintang.html.

Free download Alkitab bahasa Tountembouan : Download


Pria Ini Berhasil Cegah Perang Dunia III

Pria Ini Berhasil Cegah Perang Dunia III









Pada Oktober 1962, dunia di ambang kehancuran, karena memanasnya hubungan AS dan Rusia berpotensi besar memicu Perang Dunia 3. Namun, pria ini berhasil menghentikannya.

Sebuah dokumenter yang dipublikasikan pada Selasa (25/9/2012) ini menyatakan, tindakan seorang pria menyelamatkan bumi dari perang nuklir. Ia adalah Vasili Arkhipov, awak kapal selam Rusia, yang meski jadi pahlawan tapi meninggal dunia dipermalukan dan diasingkan.

Kisahnya dimulai pada 1960-an, di tengah kekhawatiran Perang Dingin, saat hubungan Washington dan Moskow benar-benar rusak. Di Amerika, rakyat mulai mengumpulkan ransum dan membangun bunker antibom di kebun mereka.

Ketegangan meningkat karena terjadi revolusi di Kuba. Rusia pun memiliki sekutu komunis yang bisa membantu menggempur Amerika. Rudal-rudal ki Kuba sudah diarahkan ke Amerika, meratakan Washington dan New York dalam waktu 10 menit.
Satu-satunya hal yang menghentikan mereka dari saling serang ketika itu adalah kebijakan yang menyatakan serangan boleh dilakukan jika satu pihak terbukti merusak teritori pihak lainnya.

Satu torpedo saja diluncurkan, maka lainnya akan membalas dengan hal yang sama. Tentunya, hal ini akan memicu serangan-serangan yang amat menghancurkan. Apalagi melibatkan nuklir, umat manusia bisa saja punah ketika itu.

“Semua pihak mengantungi nuklir. Satu saja serangan, perang nuklir terjadi,” ujar Direktur Arsip Keamanan Nasional AS, Thomas Blanton.

Di tengah atmosfer saling curiga dan takut ini, empat kapal selam Rusia diam-diam diberangkatkan dari Rusia. Hanya pejabat penting di kapal selam saja yang tahu mereka membawa torpedo berhulu ledak nuklir.

Kekuatannya besar, setara bom atom Amerika yang dijatuhkan ke Kota Hiroshima dan Nagasaki pada 1945 lalu. Kapal selam ini berangkat menuju Kuba. Mereka dikawal helikopter, jet tempur dan kapal perang.

Amerika pun memburu mereka, bak permainan tikus dan kucing. Tak lama, Amerika menemukan kapal-kapal selam itu. Kapal selam yang ditumpangi Arkhipov, B59, ikut terpaksa menyelam, bersembunyi dari pantauan Amerika.

Saat itulah kondisi memburuk karena mereka harus bertahan di bawah air selama sepekan, dalam suhu dan kelembaban tinggi, serta air minum yang dibatasi satu gelas per hari. Di atas permukaan, Amerika memang sengaja menanti kapal-kapal selam ini menyerah.

Tak ada yang tahu, kapal selam itu membawa senjata maut. Amerika terus menunggu awak kapal selam yang kepanasan dan kehausan, menyerah. Tak sabar, Amerika menjatuhkan granat peringatan ke laut, yang oleh Rusia disangka serangan.
Valentin Savitsky, kapten B59, yakin perang nuklir sudah dimulai. Ia memerintahkan peluncuran torpedo nuklir untuk menyelamatkan kehormatan Rusia. Dalam kondisi normal, sudah pasti perintah ini segera dijalankan dan kedua negara bakal berperang.
Namun, Savitsky tak memperhitungkan Arkhipov, yang memiliki hak veto penggunaan torpedo nuklir. Arkhipov bersikeras mereka tak boleh menembakkan senjata itu dan harus menyerah kepada Amerika.

Langkah memalukan bagi Rusia, namun menyelamatkan seluruh dunia. Begitu muncul di permukaan, kapal-kapal selam itu hanya disuruh pulang ke Rusia. Arkhipov yang tak sadar dirinya pahlawan dunia, dipermalukan di negaranya.

Bertahun-tahun kemudian baru apa yang sebenarnya terjadi di dalam B59 diketahui publik. Sayang, saat itu Arkhipov sudah meninggal dunia. Bagi Olga, jandanya, Arkhipov adalah seorang pahlawan.

“Dari kapal selamnya, ia mencegah pecahnya perang nuklir. Saat itu saya bangga, dan saya akan selalu bangga dengan suami saya,” ujarnya. Kisah Arkhipov akan ditayangkan dalam dokumenter bertajukThe Man Who Stopped World War III: Revealed.

Pria Ini Selingkuhi 1.073 Wanita

Pria Ini Selingkuhi 1.073 Wanita













Kucing garong, Keong racun, buaya. Kiasan apa lagi yang bisa mendeskripsikan pria Arab Saudi ini? Sepertinya tidak ada. Kalaupun ada, pasti lebih gila daripada itu sebutannya

Pria ini selingkuh dengan banyak wanita. Tidak tanggung-tanggung, ia telah berhubungan dengan 1.073 wanita sekaligus. Jumlah itu dihitung berdasarkan nomor kontak yang ditemukan Kepolisian Kerajaan Arab Saudi.

Parahnya lagi, polisi juga menemukan gambar yang memperlihatkan sang pria berbuat cabul dengan wanita. Ada juga video yang menunjukkan si pria memukuli perempuan lain, beberapa di antaranya mengaku sang pria memeras mereka.

“Dia mengancam wanita untuk mempublikasikan foto-foto mereka, kecuali mereka memberinya uang dan perhiasan. Dia dipenjara dua kali, tapi tidak bisa menghentikan praktik-praktik tersebut,” demikian laporan yang dimuat Harian Okaz yang berbahasa Arab.

“Nomor kontak telepon yang disimpan di ponsel menunjukkan pria itu berselingkuh dengan 1.073 perempuan dan anak perempuan, banyak dari mereka menjadi korban pemerasan dan penipuan,” tulis Media Okaz.

Suami Tuntut Istri Rp1,2 Miliar Gara-gara Anak Buruk Rupa

Suami Tuntut Istri Rp1,2 Miliar Gara-gara Anak Buruk Rupa
Seorang suami mengugat cerai sang istri sekaligus menuntut ganti rugi karena telah melahirkan seorang bayi perempuan yang menurutnya sangat "jelek". Tuntutan suami yang bernama Jian Feng dari China utara dikabulkan pengadilan. Bahkan dia juga berhak atas ganti rugi senilai US$ 120 ribu atau Rp1,2 miliar. 

Jian berpendapat bahwa istrinya telah menipunya untuk hidup dalam pernikahan dengan menjalani bedah plastik demi mempercantik diri. Sebelum menikah, istrinya tak pernah memberi tahu mengenai bedah kosmetik yang pernah ia jalani. Jian menyadari hal ini saat sang istri melahirkan anak mereka.

"Saya menikahi istri saya dengan cinta. Tapi segera setelah kami memiliki putri pertama, perkawinan kami mulai bermasalah. Putri kami sangat jelek, melihatnya sampai membuat aku merasa jijik," ucap Jian seperti dilansir Fox 31.

Mulanya Jian menuduh istrinya telah berselingkuh. Sebab, anak mereka benar-benar tak mirip dengan salah wajah satu orangtuanya. 

Setelah didesak, istrinya mengaku telah menjalani bedah kosmetik senilai 62 ribu poundsteling atau Rp961 juta untuk merombak penampilannya sebelum keduanya bertemu. Operasi kosmetik ini dilakukan di Korea Selatan.












Sebuah gambar yang beredar di Twitter dan sebuah blog d iChina memperlihatkan dua buah foto yang memperlihatkan wajah istrinya sebelum dan setelah dioperasi. Ada juga foto seorang bayi yang diduga bayi pasangan tersebut. Namun, tak satupun hal ini dikonfirmasi.

Siswa Berumur 12 Tahun Dihukum Lantaran Memberi Pelukan

Siswa Berumur 12 Tahun Dihukum Lantaran Memberi Pelukan

Sebuah sekolah di Australia telah menjadi berita utama di berbagai media negeri Kanguru. Pasalnya, salah seorang siswa berumur 12 tahun dihukum lantaran memberi pelukan selamat tinggal kepada temannya. Hal tersebut melanggar peraturan karena sekolah melarang siswa saling berpelukan.

Adam Road Primary School, nama sekolah di Australia Barat itu, menyatakan telah memberlakukan larangan berpelukan bagi siwa lantaran “perilaku berpelukan beberap kali sehari di antara siswa sudah di luar kendali”.

Adalah Amber Ablett, siswa yang dikenai hukuman setelah memeluk teman perempuannya. Akibatnya, orang tua Amber mengaku tercengang dengan keputusan tersebut dan menulis surat ke koran lokal setempat.

Sang ibu mengaku tak biasanya mengajukan keluhan macam ini dan juga menyatakan dia suka sekolah anaknya. Akan tetapi, keluhannya tersebut hanya soal peraturan yang menurutnya konyol itu.

Menurut Gemma Preston, kepala sekolah, aturan itu sudah dijalankan selama setahun setelah ada kejadian seorang siswa memar-memar akibat pelukan yang terlalu “antusias”.

Menyusul laporan ibu Amber, beberapa orang tua juga telah melaporkan keluhan soal hukuman berlebihan dalam berpelukan di sekolah.

Bahkan, Fi Garde, seorang ibu yang tinggal di Australia Timur menulis status di facebook bahwa anaknya (6) juga dihukum di bulan pertama bersekolah akibat berpelukan dengan temannya.

Copyright © Spesial Unik. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design