Tuesday, April 02, 2013

Siapakah Nimrod dan Semiramis Ini Sebenarnya?

Do you want to share?

Do you like this story?




Nimrod dan Semiramis, kedua sejoli ini  membuat penasaran bukan karena kisah cinta mereka yang romantis dan menarik.  Sama-sama adalah tokoh dalam sejarah kuno tapi dalam perkembangannya duet ini menjelma menjadi duet maut dalam hal asal muasal pagan dan dianggap dalang utama dalam satanic worship yang mempengaruhi Kekristenan. Saya mencoba menginvestigasi kedua pasangan ini dimulai dari tokoh prianya terlebih dahulu.

Nimrod, tokoh yang melegenda dalam dunia Timur Tengah, apakah itu Yahudi, Arab atau Persia. Pahlawan yang melegenda sekitar 5000 tahun yang lalu itu muncul dalam berbagai cerita, lagu dan buku-buku yang menceritakan keberanian dan pencapaiannya. Dunia Arab mengenalnya sebagai "Kusset el Nimroud". Para rabbi sebelum Kekristenan muncul menyalahkannya sebagai tokoh pemberontak melawan Allah. Penulis Kristen zaman modern menganggapnya bertanggung jawab atau penyembahan kepada setan/pagan yang mempengaruhi Kekristenan. Faktanya, tokoh historis ini sudah disalahkan atas paganisme dan pemberontakan yang sebenarnya terjadi jauh sesudah masa dia hidup.

Siapakah Nimrod?
Alkitab menjadi basis investigasi dari tokoh ini. Alkitab hanya mencatat secara singkat tentang Nimrod dengan menyatakan bahwa dia adalah anak dari Kush, cucu dari Ham. Kejadian 10:8-9Kush memperanakkan Nimrod; dialah yang mula-mula sekali orang yang berkuasa di bumi; ia seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN, sebab itu dikatakan orang: "Seperti Nimrod, seorang pemburu yang gagah perkasa di hadapan TUHAN. Mula-mula kerajaannya terdiri dari Babel, Erekh, dan Akad, semuanya di tanah Sinear. Dari negeri itu ia pergi ke Asyur, lalu mendirikan Niniwe, Rehobot-Ir, Kalah dan Resen di antara Niniwe dan Kalah; itulah kota besar itu. 

Nimrod adalah seorang pemburu “di hadapan Tuhan” (before), ada yang memilih menterjemahkannya sebagai pemburu yang “melawan Tuhan” (against). Kata ‘before’ itu lebih menunjukkan kepada ‘in the presence of’, yaitu di hadapan Tuhan. Kata ‘pemburu’ yaitu’tsayid’, mengindikasikan seseorang yang berada di padang seperi yang disandang Esau yang menjadi pemburu binatang. Kata yang sama digunakan juga untuk mengacu kepada seorang penyedia makanan bagi komunitasnya. Dengan skill seperti ini maka dia akan mendapat nama dan pengaruh dalam komunitasnya.

Kalau dia ada dalam catatan Kitab Suci, bisakah dia dibuktikan dalam naskah di luar kitab suci?  Di sinilah masalahnya. Penulis historis atau legenda tentang Nimrod belum muncul sampai abad ke delapan di mana Nimrod hidup seperti diindikasikan menurut catatan kitab suci dalam kitab Kejadian. Biasanya di zaman dahulu seorang pahlawan akan diangkat menjadi dewa setelah periode waktu tertentu. Pahlawan zaman dahulu adalah seorang pemburu yang digambarkan melawan binatang buas. Dengan segala kesaktiannya pemburu yang gagah perkasa itu lalu dianggap sebagai dewa. Pada akhirnya Nimrod dalam Kitab Kejadian ini diangkat sebagai dewa Marduk.

Tahun 2000 BC dewa Marduk adalah dewa Matahari Babilonia yang sama dengan dewa Amar-utu dewanya Sumeria. Amar-utu berarti lembu liar dari dewa Matahari, lembu liar zaman dulu dikenal sebagai binatang buas yang hebat sehingga Amar –utu bisa juga berarti pejuang yang tangguh atau hebat. Zaman dulu belum ada dewa Matahari di Babel, yang ada adalah Dewa Amaraduk dari bangsa Sumeria yang berarti ‘lembu liar dewa”. Mundur ke masa sebelumnya, tahun 2500 ada sebuah kuil di Lagash dengan nama Nimaraduk yang bisa diartikan pejuang tangguh bagi dewa. Nama ini ditulis berlawanan dengan di Kitab Suci “pemburu di hadapan Tuhan.” Di masa ini kemungkinan Kejadian ditulis dalam bahasa Sumeria. Intinya, Nimrod aslinya seorang pemimpin yang setelah mati lalu diangkat menjadi dewa-status yang sering diberikan orang jaman dulu kepada para pahlawan.

Ketika Musa menuliskan kitab Kejadian, orang-orang pada zaman sebelum Abraham berada pada zaman penyembahan kepada dewa-dewa salah satunya dewa Marduk. Musa lalu menuliskan bahwa Nimrod itu bukanlah dewa, dia hanyalah manusia biasa. Dia pernah hidup tapi setelah itu mati. Ironisnya lagi, sejarah Nimrod dalam ALkitab berhenti hanya sampai pada dirinya, tidak ada keturunan Nimrod yang dicatat penulis Alkitab.

Nimrod versi Literatur Yahudi

Tradisi Yahudi membuatnya menjadi Raja pertama Babilonia serta pembangun menara Babel untuk melawan Allah. Tradisi berikutnya membuat dia tidak hanya jadi raja dan pendiri Babilonia tapi juga membuatnya dikaitkan dengan magis/sihir untuk memperoleh kekuatan besar serta mengajarkan orang untuk berburu. Dia dianggap memiliki baju Adam dan Hawa yang membuatnya powerful.   

Nimrod dan Semiramis versi Yunani

Para penulis Kristen modern mengutip Nimrod beserta pasangannya Semiramis untuk menunjukkan pengaruh keduanya yang berbahaya. Alexander Hislop menulis keduanya dalam bukunya yang laris “The Two Babylons.” Buku ini ndikalim memakai sumber-sumber klasik sebagai referensinya. Banyak penulis Kristen modern yang terpengaruh dengan tulisan Hislop. Pertanyaannya, dari mana saja bukti-bukti yang dipakai Hislop? Dia menggunakan sumber Yunani untuk mendukung argumennya.

Penulis sejarah dan pencipta mitos Yunani bernama Apollodorus mengidentifikasi Nimrod sebagai Ninus. Bukti ini yang lalu dikutip oleh Eusebius dalam tulisannya. Persoalannya, sejarah Yunani barulah jelas yaitu setelah Olimpiade pertama, sekitar 776 BC. Perang Troya sekitar 1183-2 BC. Era sebelumnya adalah mitos, dan tidak ada keterangan secara kronologi yang jelas. Jika Yunani saja tidak jelas secara historis, maka pengetahun mereka tentang sejarah Asyur dan Babylonia jelas tidak bisa diandalkan.

Nimrod bersama pasangannya Semiramis adalah tulisan dari Ctesias of Cnidus yang menuliskan sejarah Persia (5th century BC). Lucian seorang satirist kuno mempertanyakan sejarah dari Ctesias ini. Para ahli sejarah modern juga mempertanyakan reabilitas Ctesias karena berisi sejarah yang sifatnya kontroversi. Malah mereka justru menganggap Herodotus lebih baik dari Ctesias dalam hal reabilitas. Prof.Grabbe mengatakan,“one of the most notorious writers among the Greeks was Ctesias of Cnidus…his history appears to have been mainly a collection of [Persian] court gossip, fairy tales and legend.” Dr. R. Bichler mengatakan,“Ctesias’ name is widely associated with fantasy, invention, even lies.” Prof. Jan Stronk states that Ctesias’85“reliability as a historian has been seriously questioned…not only by [current] historians…but also by authorsin antiquity….We should no longer regard Ctesias primarily as a historian, but as a forerunner of a new literarygenre (…the classical novel) mixing historical fact with fictitious elements.”

Ctesias adalah “sejarawan pembohong,” yang mengaitkan Raja Asyur Ninus dengan Semiramis. Kesimpulannya, bukti yang dikemukakan oleh Alexander Hislop itu tidak valid dan tidak bisa dipertanggungjawabkan secara historis. Lalu kenapa muncul Ninus ini? Orang Yunani sendiri ingin mencari seorang pendiri kota Niniveh, maka mereka menciptakan tokoh ini. Jadi sesungguhnya tokoh ini fiktif. Sejarawan Babylon sendiri mengeluhkan bahwa orang Yunani itu ngawur dalam hal menuliskan sejarah mereka. Para sarjana sepakat bahwa tokoh ini memang fiktif adanya.

Semiramis juga adalah tokoh fiktif yang diciptakan sebagai pasangan Ninus. Dalam inskripsi dan monument Asyur tidak ditemukan nama Semiramis dan kedua pasangan ini. Semiramis adalah nama seseorang yang pernah hidup. Dalam sejarah ada nama ratu yang berkuasa yang selalu diberi julukan Semiramis. Ketimbang Ninus yang fiktif, sarja kontemporer mempercayai bahwa ada ratu Semiramis yang pernah hidup, Kemungkinan adalah ratu Asyur bernama Sammuramat istri dari King Shamshi-Adad V yang memerintah Assyria dari 823 BC to 811 BC. Jika demikian, sangat tidak masuk akal bila Semiramis ini bersuamikan Raja Ninus yang hidup di zaman yang berbeda. Lebih tidak masuk akal lagi jika Semiramis ini bersuamikan Nimrod di Alkitab yang hidup sekitar 2200BC sedangkan dia hidup sekitar 800 BC. Ada lagi kandidat Semiramis yaitu istri dari Sanherib, Raja Asyur. Jika ini yang dimaksud, lebih parah lagi karena terpisah jarak sekitar 1500 tahun!

Para ahli sejarah menilai bahwa tulisan Hislop adalah sejarah yang naïf. Prof Grabbe menyatakan bahwa Hislop mengambil sebuah sumber dan mencampuradukkannya demi untuk mendukung theologianya. Karya Hislop diabaikan oleh sejarawan Asyur dan sejarawan Perjanjian Lama.

Wikipedia mengomentari buku The Two Babylon karangan Hislop : It has been generally regarded by scholars as discredited, with one calling it a "tribute to historical inaccuracy and know-nothing religious bigotry" with "shoddy scholarship, blatant dishonesty" and a "nonsensical thesis".

Back to Bible

Hislop dan pengikutnya mengatakan banyak hal tentang Nimrod yang tidak dikatakan Alkitab. Dikatakan bahwa Nimrod yang membawa penyembahan berhala serta menemukan emblem yang jahat yaitu Madonna dengan bayinya. Alkitab hanya menyatakan bahwa dia adalah “seorang pemburu.” Tambahan lain di luar itu justru mengada-ada dan tidak berdasar.

Sumber : 
AN LSM MYTH DEBUNKED—NIMROD, MADONNA & THE TWO BABYLONS
Wikipedia 


YOU MIGHT ALSO LIKE

0 Comment:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements