Saturday, April 13, 2013

Margareth Thatcher Dikenang Sebagai Seorang Kristen yang Taat

Do you want to share?

Do you like this story?

Margaret Thatcher adalah wanita pertama yang menjadi Perdana Menteri Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara, memegang jabatan 1979-1990. Ketika dia dilantik menjadi Perdana Menteri, di Downing Street,  dia memparafrasekan Doa Santo Fransiskus: "Di mana ada perselisihan, kami membawa keharmonisan. Dimana ada kesalahan, kami membawa kebenaran. Dimana ada keraguan, kami.. membawa iman. Dan di mana ada keputusasaan, semoga kami membawa harapan".

"Menurut para pemimpin Gereja Inggris selama pemerintahannya, Lady Thatcher "mentransfromasi" Inggris. Kepala Rabbi Inggris Lord Sacks menyebutnya "raksasa" dan salah satu dari sedikit orang yang meninggalkan "jejak pribadi" bagi bangsa Inggris.Sebagian besar dari kita akrab dengan kepemimpinan Margaret Thatcher yang luar biasa  dan warisan yang dia tinggalkan.  Namun, sedikit dari kita tahu tentang iman pribadinya. Di sini kita menemukan pelajaran yang relevan mengenai imannya. 

Seorang Kristen yang Sungguh-Sungguh 

Lady Thatcher adalah seorang Kristen Methodist. Dia menyebutnya gereja "iman injili yang paling mengagumkan." Ayahnya, pengusaha toko kelontong, membesarkannya di gereja di mana ia menjabat sebagai pengkhotbah awam. 


Lady Thatcher, sangat menyukai hymne Gerejawi dan menguasai ratusan lagu-lagunya. Dia diketahui telah menikmati tontonan "Songs of Praise"  di hari-hari terakhirnya.

Kekuatan iman Lady Thatcher adalah mungkin sesuatu yang belum dipahami sepenuhnya, baik oleh media atau publik. Mathew Parris, yang bekerja untuknya di kantor pemimpin oposisi di akhir 1970-an, mengenang saat dia menjawab secara pribadi surat dari seorang janda yang tengah berduka. Janda itu telah menulis surat untuk menanyakan apakah Thatcher percaya adanya Surga. "Kekristenan percaya adanya Kehidupan setelah Kematian," jawabnya, "dan saya adalah seorang Kristen."

Thatcher menguraikan teologinya kepada  publik pada tahun 1988 ketika berbicara diGereja Skotlandia, di mana ia menjelaskan bahwa Alkitab menawarkan". Pandangan alam semesta, sikap yang tepat untuk bekerja, dan prinsip-prinsip untuk membentuk kehidupan ekonomi dan sosial" Dia berkata: "Kepada kita dikatakan bahwa kita harus bekerja dan menggunakan talenta kita untuk menciptakan kemakmuran. "Jika seorang pria tidak akan bekerja ia tidak akan makan" kutipnya dari surat Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika. Memang, kelimpahan bukan kemiskinan yang memiliki legitimasi yang berasal dari hakikat penciptaan. "

Dalam sambutannya, Thatcher mengatakan Kekristenan tidak menawarkan secara spesifik politik dan ekonomi. Tapi "setiap pengaturan sosial dan ekonomi yang tidak didasarkan pada penerimaan tanggung jawab individu tidak akan menghasilkan apa-apa selain kerugian."

Dan Thatcher menegaskan: "Kita tidak mengakui iman Kristen dan pergi ke gereja hanya karena kita ingin reformasi sosial dan manfaat atau standar yang lebih baik dari perilaku, tetapi karena kita menerima kesucian hidup, tanggung jawab yang datang dengan kebebasan dan pengorbanan tertinggi Kristus.




YOU MIGHT ALSO LIKE

0 Comment:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements