Tuesday, December 11, 2012

Yusuf : Tokoh Natal Yang Terlupakan

Do you want to share?

Do you like this story?

Yusuf adalah tokoh yang seakan dilupakan saat Natal. Perhatikan saja kidung pujian Natal, referensi untuk Yusuf amatlah jarang ditemukan. Bandingkan dengan pujian yang berisi referensi untuk Maria, kota Bethlehem, orang Majus dan gembala domba. Di manakah Yusuf dan di manakah tempat Yusuf saat Natal? Di tambah lagi dengan sedikitnya perkataan dari Yusuf semakin membuat Yusuf tenggelam dalam bayang-bayang Maria dan figur-figur Natal lainnya.

Sesungguhnya Yusuf punya peranan yang amat penting karena dia pun dipilih Tuhan untuk mendampingi Maria dan menjadi suami Maria. Apa saja yang bisa kita pelajari dari tokoh Yusuf ini?
Dari namanya yang berasal dari singkatan JOSEPH maka kita bisa mempelajari karakter JOSEPH atau Yusuf ini:

J adalah Just. Yusuf adalah seorang yang adil. Dalam bahasa Indonesia mengacu pada kata"benar", seorang yang jujur, punya integritas dan berpegang pada kebenaran. Sebagai seorang pria yang tinggal di Nazaret di mana orang-orang sangat kompromistis dan tidak ketat berpegang pada Taurat, Yusuf mampu menjaga integritas hidupnya sebagai seorang yang berpegang pada kebenaran.

O untuk Obedient. Yusuf adalah seorang yang taat dan patuh kepada Tuhan.Dengan bersegera,'bangkit dari tempat tidur dan melakukan kehendak Tuhan", memperlihatkan responnya yang cepat dan tanggap pada perintah Tuhan. Tidak ada komplain atau mempertanyakan lagi tentang perintah Tuhan. Dia memiliki hati yang mau diajar dan dengan segenap hati mau melakukan perintah Tuhan. Kendati berhadapan dengan sistem nilai Taurat dan budaya yang keras tetapi Yusuf yang sempat goyah akhirnya bertekad untuk taat kepada kehendak Tuhan. Dia tadinya ingin mempertahankan reputasi atau nama baiknya tetapi ketika berhadapan dengan kehendak Allah maka dia sepenuhnya percaya dan taat.

S untuk Silent. Yusuf adalah seorang pria yang tidak banyak berbicara. Mungkin ada anggapan bahwa ini merupakan suatu kelemahan tetapi ini justru menunjukkan kekuatan Yusuf. Dia justru seorang yang lebih mengutamakan tindakan atau perbuatan nyata. Dia bukan tipe seorang yang suka ngomong atau mengumbar banyak perkataan tetapi hasilnya nol. Dalam keberdiamannya sesungguhnya menampakan ketenangan seorang Yusuf. Dia pria yang mampu menghadapi gejolak dan konflik dengan ketenangan. Di dalam ketenangan Yusuf itu dia menjalin relasi yang kuat dalam doa dengan Tuhan. Dia lebih banyak mendengarkan Tuhan. Dia banyak menyediakan waktu untuk berdoa dan sambil bekerja dia menunjukkan suatu hidup yang produktif yaitu menjadi tukang kayu yang tangkas di Nazaret.

P untuk Protector. Yusuf adalah seorang pria pelindung istri dan anak. Sebagai suami maka dia melindungi Maria dengan mau menikahi Maria yang mengandung bukan dari benihnya tetapi Yusuf menunjukkan dia seorang yang mau melindungi Maria. Dia tidak merajam Maria dengan batu atau mempermalukan Maria di depan publik. Dia menjaga kehormatan Maria dan melindungi Maria yang jelas membutuhkan seorang yang mendampinginya. Saat perjalanan ke Nazaret membawa istri yang hamil tua bukanlah pekerjaan yang ringan. Apalagi bagi Maria dan Yusuf, seringkali kita melihat gambaran Yusuf menuntun keledai sedangkan Maria di atas keledai. Inilah upaya pengorbanan yang dilakukan Yusuf yang menjadi pelindung bagi istrinya.Saat bayi Yesus mengadapi ancaman raja Herodes maka lagi-lagi Yusuf harus memboyong keluarganya dan dengan penuh kasih ia melindungi dan memastikan keamanan dari bayi Yesus.

H untuk Humble. Hanya orang yang humble yang akan menerima perintah Tuhan melalui malaikat untuk menikahi Maria. Sebagai seorang yang saleh dan benar maka Yusuf tidak menjaga gengsi atau statusnya karena dia lebih memgutamakan kehendak Allah. "Bayi Yesus dalam palungan" adalah suatu tindakan "kerendahan hati" Bapa yang datang ke dunia melalui anaknya. Maka Yusuf juga menunjukkan sikap demikian. Dia menunjukkan teladan luar biasa dalam kerendahan hati. Tidak diragukan bahwa Yesus memiliki sikap kerendahan hati yang sempurna tapi sebagai anak Yesus pastinya melihat teladan kerendahan hati dari Yusuf. Bisa saja Yusuf membanggakan dirinya atau menyombongkan diri karena menjadi suami Maria yang mengandung dari Roh Kudus tetapi dia tida menunjukkan sikap arogan sedikitpun. Dia seorang suami dan ayah yang rendah hati sampai akhir hidupnya. 

Point renungan terisnpirasi dari familylifecenter.


YOU MIGHT ALSO LIKE

0 Comment:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements