Monday, December 17, 2012

8 Hal Penting Saat Resign Kerja

Do you want to share?

Do you like this story?

8 Hal yang Sebaiknya Tidak Dilakukaan Saat Akan Resign Kerja

[caption id="" align="alignnone" width="460"]8 hal yang sebaiknya tidak dilakukaan saat akan resign 8 hal yang sebaiknya tidak dilakukaan saat akan resign kerja[/caption]

1. Emosional
Perlakuan tidak adil yang Anda terima (misalkan ada) memang menyakitkan, namun itu bisa berarti Anda memang tidak lagi dibutuhkan di tempat kerja Anda. Jangan menangis, berteriak, memohon agar Anda bisa mendapatkan pekerjaan Anda kembali atau marah-marah kepada seseorang. Sama sekali jangan.

"Meskipun sulit, tinggalkanlah pekerjaan Anda dengan senyum di wajah," saran Cynthia Shapiro, seorang penasihat karier dan penulis buku What Does Somebody Have to Do to Get a Job Around Here! 44 Insider Secrets and Tips That Will Get You Hired.

Jika Anda tidak dapat menahan air mata, tenangkan diri di toilet sampai Anda merasa lebih tenang. Lalu kembalilah dengan anggun saat Anda kembali ke ruangan. "Anda tidak pernah tahu apakah Anda akan ingin bekerja untuk perusahaan tersebut, atau dengan orang-orang di dalamnya, lagi," kata Shapiro. "Jangan kubur semua prestasi Anda hanya karena satu momen emosional."

2. Jujurlah saat wawancara pengunduran diri
Sebelum Anda keluar dari perusahaan, sesuai prosedur SDM akan berbicara dengan Anda mengenai pengalaman di perusahaan tersebut dan alasan mengundurkan diri. Wawancara tersebut bisa menjadi kesempatan rahasia untuk memberikan kritik yang membangun. Kemungkinan besar, Anda ingin mengungkapkan semua yang ada di dalam pikiran Anda. Namun jangan terjebak.

"Apa pun yang Anda katakan bisa dan akan menjerat rekan Anda," kata Levit. Ini sumber masalah jika Anda bekerja di sebuah industri kecil dan Anda kembali bertemu dengan orang-orang yang sama lagi. Ditambah, komentar tentang bos yang sangat menyiksa atau harapan yang tidak realistis mungkin dapat membuat Anda dianggap sebagai tipe orang pengeluh, kata Shapiro.

Hal tersebut bisa merugikan bagi Anda, jika Anda mencari posisi di perusahaan itu lagi. Saran terbaik untuk wawancara pengunduran diri Anda adalah berfokus pada hal yang positif.

3. Mengambil uang pensiun
Setelah Anda kehilangan pekerjaan atau dipecat, perusahaan Anda akan mengirimkan surat yang menanyakan rencana Anda terhadap dana di rekening pensiun (misalkan ada). Bila Anda sudah tidak memiliki pekerjaan lagi, maka hal tersebut bisa sangat menggoda.

Namun bahkan jika situasi keuangan Anda sedang memburuk, jangan langsung menyerah dan memilih menggunakan uang pensiun itu, ungkap Shapiro. Bukan hanya karena Anda harus bayar penalti untuk mencairkan uang pensiun sebelum masanya, tapi juga uang pensiun adalah satu-satunya aset yang melindungi Anda dari status kebangkrutan," kata Sapiro.

4. Berbicara negatif tentang perusahaan Anda sebelumnya
Saat Anda melakukan wawancara di perusahaan baru, berhati-hatilah saat menceritakan kepada orang lain tentang pekerjaan lama atau atasan Anda yang lama. Pada dasarnya, jika Anda tidak memiliki sesuatu yang baik untuk diceritakan, maka jangan berbicara sama sekali.

Berbicara hal-hal yang negatif dapat membuat Anda terlihat seperti pengeluh atau membuat Anda tampak setia, kata Shapiro. Ketika Anda ditanya mengapa meninggalkan pekerjaan sebelumnya, berikanlah alasan yang lebih positif, bahkan jika perlu Anda sebaiknya mengada-ada. "Mengatakan bahwa Anda ingin mencoba tantangan baru adalah cara yang positif untuk membalik kenyataan bahwa Anda tidak bisa sejalan dengan atasan Anda," kata Levit.

5. Mengundurkan diri tanpa mendapatkan surat rekomendasi
Beberapa perusahaan tidak mengizinkan karyawan untuk memberikan surat referensi kepada mantan rekan kerja mereka, karena khawatir kritik bisa memicu gugatan. (Seseorang yang merasa difitnah bisa menuduh isi dari surat rekomendasi itu palsu dan merupakan alasan bahwa ia tidak layak untuk dipekerjakan). Sementara itu, ketika calon atasan menelepon ke perusahaan lama Anda untuk memeriksa tentang data diri Anda, pihak personalia biasanya tidak pernah berkomentar kecuali mengonfirmasi jabatan dan masa kerja Anda. sehingga sangatlah penting untuk mengamankan referensi profesional (dengan kop surat perusahaan) jika mungkin atau seseorang yang bisa dipercaya di perusahaan Anda jika tidak memungkinkan.

"Lagipula, Anda akan mendapatkan referensi yang sama," kata Shapiro, yang yakin bahwa akan lebih baik mendapat surat rekomendasi tertulis sebelum Anda meninggalkan pekerjaan lama Anda, karena semakin lama Anda meninggalkan perusahaan tersebut, Anda mungkin akan kesulitan untuk berkomunikasi dengan orang-orang yang Anda butuhkan untuk menjamin Anda.

6. Tidak mengajarkan pengganti Anda mengenai tugas yang harus ia kerjakan
Sebelum Anda meninggalkan perusahaan, cari dan latihlah pengganti Anda, atau setidaknya, menuliskan memo yang panjang dan spesifik mengenai status proyek, lokasi dokumen serta informasi kontak klien. "Mengatakan, 'kamu harus mengurusnya tanpa aku' mungkin akan terdengar hebat, namun hal tersebut tidak mempertahankan reputasi baik Anda," kata Levit. Hal tersebut juga tidak akan menghindarkan Anda dari gangguan rekan yang menggantikan Anda yang akan selalu menelepon.

7. Mengada-ada resume
Sebelum Anda mengirimkan dokumen apa pun dalam bentuk tulisan mengenai riwayat pekerjaan, pastikan semua yang tertulis di dalamnya sudah tepat. Personalia dari perusahaan lama Anda akan dihubungi oleh perusahaan yang Anda lamar untuk memverifikasi masa kerja dan posisi yang Anda tempati dulu, dan Anda tentunya tidak ingin sedikit keteledoran atau ketidakakuratan tulisan Anda membahayakan posisi Anda. Resume Anda bisa menjebak karena sebuah kesalahan faktual yang sederhana, ungkap Shapiro.

8. Bicara tentang peluang pekerjaan baru dengan rekan kerja
Jika Anda sedang menunggu-nunggu hari terakhir bekerja di perusahaan, Anda mungkin ingin mengobrol dan bercerita soal pekerjaan baru Anda dengan rekan kerja, yang hampir pasti akan menanyai Anda dengan pertanyaan-pertanyaan tentang hal itu. Namun sebisa mungkin jangan terlalu blak-blakan, kata Levit.

Anda tentu tidak ingin membuat orang lain merasa tidak enak atau merasa ditinggalkan. Dan Anda tidak ingin menyombongkan diri, yang bisa menimbulkan perasaan negatif pada orang lain. Selain itu, jika Anda melebih-lebihkan kehebatan dari kesempatan baru yang Anda miliki, maka Anda bisa berakhir tampak konyol jika ternyata tidak berhasil.

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 Comment:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements