Friday, February 03, 2012

Carilah Tuhan Selama Ia Berkenan Ditemui

Do you want to share?

Do you like this story?

Carilah  TUHAN   selama Ia berkenan ditemui;  berserulah  kepada-Nya selama Ia dekat! (Yesaya/ Isaiah 55:6)

Sehari setelah Imlek tepatnya Selasa 25 Februari saya pergi ke Serpong dan saat sorenya dalam perjalanan pulang ke Jakarta saya menghubungi istri saya untuk mengajak dia makan. Saya mau mentraktir dia makan Ramen Ikkousha yang baru buka di Kelapa Gading. Setelah menjemput dia, hari sudah mulai malam dan perut mulai lapar kami segera menuju ke restoran Jepang itu. Alangkah kagetnya saya dan ini di luar dugaan, ada belasan lebih orang yang antri. Ada yang berdiri dan sebagian duduk. Yang di dalam benar-benar full. Saya lihat daftar di antrian juga banyak, akhirnya malam itu kami makan ke tempat lain.

Dalam pikiran saya, banyak orang yang terobsesi demi untuk makan maka mereka rela mengantri atau menunggu dalam waktu yang cukup lama hanya untuk mendapatkan makanan yang nikmatnya hanya sebentar. Saya teringat juga orang yang rela ngantri sandal Crocs berjam-jam hanya untuk mendapatkan sandal yang didiskon besar-besaran. Pikiran saya juga melayang pada orang yang ngantri untuk mendapatkan blackbery sampai ngantri dari tengah malam.

Untuk sesuatu yang sementara dan nikmatnya juga hanya sesaat orang mau mencari sampai dapat, mau berjuang dan rela menunggu berjam-jam. Lalu bagaimana dengan usaha kita mencari Tuhan? Saya belum pernah tahu ada orang yang rela menunggu berjam-jamhanya untuk menunggu kebaktian mulai (bukan hamba Tuhan loh ya) karena dia saking semangatnya mencari Tuhan. Konon di luar negeri ada yang seperti itu karena gerejanya mega-church gitu dan ribuan yang datang sehingga harus datang lebih awal kalau tidak amau kehilangan tempat. Biasanya kita datang ngepress alias pas waktunya dimulai baru datang atau malahan telat dikit. Mungkin orang berpikir ngapain menunggu, mendingan pas datang ketika waktu ibadah sudah mau mulai.

Kalau untuk hal sementara saja orang mau berjuang dan bersusah payah maka harusnya untuk hal yang kekal usaha kita harusnya lebih lagi. Tuhan masih memberikan kesempatan besar buat kita. Kita masih memiliki kebebasan untuk beribadah apalagi kalau di daerah mayoritas Kristen kesempatan itu begitu besar. Selagi diberi kesempatan maka kesempatan ini harus dipergunakan dengan baik.

Dalam Yesaya 55 Firman Tuhan berkata,"Carilah Tuhan selama Ia berkenan ditemui." Makna carilah ini mengandung arti yang dalam, kata "Mencari" ini berarti suatu usaha yang sungguh-sungguh giat, mencari sampai dapat, tidak akan menyerah sampai dapat. Dalam konteks mencari Tuhan berarti mencari Tuhan tidak hanya untuk lebih dekat tetapi untuk lebih mengenal Pribadi Tuhan.

Dalam anugerah-Nya Tuhan memberikan kesempatan kepada manusia untuk mencari Dia. Tanpa anugerah-Nya maka sampai jungkir balikpun kita tidak akan menemukan Dia! Tetapi ketika Tuhan sudah memberi kesempatan itu, sudahkah kita berusaha dengan sungguh-sungguh mencari Dia. Sudahkah kita dengan segenap hati, jiwa dan tenaga mencari Dia? Apakah ada halangan sedikit saja kita tangguhkan atau tunda usaha kita mencari Dia. Misalnya, wah tempat ibadahnya jauh, nggak ada tempat parkir, nggak ada baju yang cocok, atau ada acara pertunjukan yang mendatangkan seleb luar negeri lalu akhirnya kita mengorbankan kesempatan mencari Tuhan dengan hal seperti itu.

Carilah Tuhan maka Tuhan pasti tidak akan tinggal diam. Tuhan pasti akan menghargai dan menghormati orang yang mencari Dia. Ketika kita mencari Tuhan sesungguhnya apa yang kita dapatkan itu melebihi apapun. Orang dunia mencari sesuatu yang sementara untuk keperluan atau kepuasan mereka tetapi orang yang mencari Allah akan mendapatkan ALlah yang tidak hanya sanggup menyediakan apa yang mereka butuhkan. Allah juga menyediakan sukacita dan kepuasan sejati bagi orang yang mencari dan mau mengenal Dia lebih dalam.

Mencari Tuhan juga berarti "Carilah hadirat Tuhan".   "Hadirat Tuhan" dalam PL mengacu pada "wajah" Allah yang penuh kemuliaan.  Musa adalah orang yang berbicara muka dengan muka dengan Allah. Tetapi Musa kembali meminta hadirat Tuhan saat hendak memimpin bangsa Israel. Dalam Keluaran 33:15 "Musa berkata bahwa Dia tidak akan pergi kalau hadirat Tuhan tidak menyertai-Nya. Hadirat Tuhan adalah menunjukkan kehadiran, kemuliaan, kuasa Allah.

Tidak ada yang jauh lebih indah ketika kita mencari hadirat Tuhan dan berada di dalam hadiratNya. Segala sesuatu di dunia yang gemerlap tidak akan berarti apa-apa dibanding ketika kita berada di hadirat Tuhan.Kita membutuhkan hadirat Allah karena di dalam hadirat Allah ada kemuliaan, kuasa dan kehadiran Allah. Mencari hadirat Tuhan itu bukan hanya saat praise and worship di gedung gereja tetapi saat kita mencari waktu teduh dan berdoa secara khusus dengan Tuhan maka kita sedang mencari hadirat Tuhan. Berada di hadirat Allah adalah saat kita mencari Firman-Nya dan mencari kehendak-Nya dengan sungguh-sungguh.

Carilah Tuhan berarti "Kembalilah kepada Tuhan". Ada masa-masa seringkali kita pasang surut imannya, mulai kecewa atau mundur atau kesibukan membuat relasi kita dengan Tuhan meredup. Entahkah hidup kita terlalu jauh dari Tuhan dan berkancah dalam kejahatan atau kita sedikit demi sedikit mulai melupakan Dia, seruan Tuhan tetap sama :"Kembalilah kepada Dia". Bertobatlah dan datanglah kepada TUhan. Dia adalah Bapa yang dengan penuh kemurahan siap menyambut kita yang sadar dan butuh akan kasih sayang-Nya. Kembalilah kepada Bapa saat kita berpaling kepada dunia dan tidak menemukan kepuasan sejati. Bapa kita sanggup mengisi kekosongan dalam hati kita dan mau menyambut kita dalam kasih dan anugerah-Nya.

Anugerah Allah menawarkan pengampunan, damai dan segala kepuasan yang kita cari selama ini. Tidak akan sia-sia usaha kita mencari Allah karena Dia memperhatikan, Dia peduli dan Dia menyediakan diri-Nya untuk ditemui setiap saat. Ini adalah suatu privilige yang luar biasa. Carilah Tuhan, selama Ia berkenan ditemui.

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 Comment:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements