Friday, February 08, 2013

China Cry

Do you want to share?

Do you like this story?

China Cry adalah sebuah kisah nyata tentang iman dan kesetiaan seorang wanita kepada Kristus di tengah penganiayaan dan penderitaan yang dilakukan oleh rezim komunis Cina.   Wanita bernama Sung Neng Yee yang kemudian menjadi misionaris dengan nama Nora Lam, menulis kesaksiannya dalam bukunya yang berjudul China Cry yang kemudian difilmkan film dengan judul yang sama.

Sung Neng Yee lahir dari sebuah keluarga Cina kaya, ayahnya seorang dokter lulusan Prancis. Setelah kehilangan tempat tinggal karena pendudukan Jepang, mereka kembali menghadapi masalah karena rezim Mao Zedong. Rezim Maois membawa penderitaan dan kesengsaraan keluarganya.

Dia ditangkap oleh pihak berwenang dan menderita aniaya dalam kondisi yang hamil tua. Penangkapannya didasarkan pada alasan bahwa dia pernah mengenyam pendidikan doi Sekolah Kristen dan penguasa takut dan mencurigainya akan mengindoktrinasi para calon tentaranya yang sedang dididiknya. Puncaknya Sung Neng Yee ditanya apakah dia adalah seorang pengikut Kristen atau bukan dan jawaban 'ya' atas pertanyaan ini akan membawanya ke hadapan para eksekutor.

Walaupun sempat melupakan Tuhan karena kesibukannya dalam studi dan giat dalam aktifitas Komunis  tapi iman masa kecilnya tumbuh kembali. Dia dengan mantap dia menyatakan bahwa kendati Tuhan terasa jauh dan sepertinya seolah melupakannya tapi kehadiran-Nya tetap dia rasakan. Neng Yee dengan gigih menyatakan bahwa dia adalah seorang Kristen. Dengan pasrah dan sambil berdoa komat-kamit dia ditutup matanya dan berhadapan dengan regu tembak. Ada mujizat yang terjadi ketika regu tembak sudah siap menarik pelatuk senapannya, saya tidak akan menceritakannya di sini biar seruuu.

Neng Yee percaya Tuhan Yesus menyelamatkannya dari regu tembak. Dia dibawa kembali ke kamp kerja paksa saat hamil, sampai akhirnya melahirkan anak. Perjuangannya yang gigih akhirnya membawa anak dan keluarganya  kebebasan.

Film ini disutradarai oleh James F. Collier dan dibintangi aktor dan aktris terkenal seperti Julia Nickson Soul dan Michael Wong. Film produksi TBN tahun 1990-an ini bisa menjadi suatu inspirasi bagi orang-orang yang mengalam penderitaan karena mengikut Kristus.

Dari kisah ini yang menarik, ada beberapa perenungan yang terilhami dari film ini salah satunya adalah ekspresi orang-orang percaya yang menyanyi pujian kepada Tuhan dalam suatu pertemuan rahasia. Orang-orang menyanyi lagu hmyn ,"Pakai Hidupku Ini," dengan tanpa suara, hanya mulut yang berkomat-kamit tapi dengan penuh kesungguhan mereka menyanyikan pujian ini. Bagi kita yang masih diberi kebebasan untuk beribadah dan memuji Tuhan seharusnya kita mensyukuri kebebasan yang kita miliki. Seringkali orang Kristen malas menyanyi atau malas buka mulut saat memuji Tuhan padahal tidak ada larangan untuk itu.

Iman masa kecil yang sudah tertanam dalam diri seseorang bisa membuat orang itu akan kembali kepada Tuhan walaupun orang itu bisa saja melupakan Tuhan pada masa mudanya. Iman Neng Yee itu tumbuh di saat dia masih kecil dan ternyata benih Firman Tuhan yang ditabur tidaklah sia-sia. Ketika melihat hal seperti ini mungkin kita kerap kecewa dengan orang yang pernah menerima Kristus pada masa kecil lalu mulai melupakan Tuhan pada masa mudanya. Tapi hal yang menakjubkan adalah karya Tuhan yang sanggup memelihara benih Firman Tuhan sehingga kendati di masa muda orang itu meninggalkan Tuhan, Tuhan punya cara untuk menarik orang itu kembali.

Ketiga, kesetiaan mengikut Tuhan di dalam hal yang sulit sekalipun. Bagi Neng Yee mengikut Kristus itu berarti mati dan ketika dilepaskan dari kematianpun penderitaan tetap mendera. Saat lepas dari regu tembak dia masih menderita dan sengsara tetapi dengan tabah dia tetap percaya kepada Kristus. Mengikut Kristus bukanlah menjanjikan kemudahan dan kesenangan seperti yang ditawarkan oleh para pengkhotbah populer saat ini. Mengikut Kristus berarti ada harga yang harus dibayar dan kesetiaan kepada Tuhan tetap harus dipertahankan kendati banyak godaan di sekeliling kita. Setia sampai mati adalah prinsip hidup Neng Yee dan seharusnya menjadi prinsip bagi setiap murid atau pengikut Kristus.

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 Comment:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements