Tuesday, October 23, 2012

Restless Heart : Film tentang Agustinus, Bapa Gereja

Do you want to share?

Do you like this story?


Agustinus (dari Hippo) yang nama lengkapnya Aurelius Agustinus adalah Bapa Gereja yang dikagumi bukan hanya karyanya yang brillian yang mempengaruhi pengajaran gereja Katolik dan Protestan tetapi  kisah pertobatannya yang dramatis  dari hidup bejat karena didoakan oleh ibunya yang bernama Monica. Kisah ini kini sudah bisa disaksikan dalam film!

RESTLESS HEART adalah kisah nyata salah satu Bapa Gereja yang terkenal yaitu Agustinus. Didasarkan pada Confessions, yaitu suatu masterpiece dengan komposisi biografi dan agama  yang mempengaruhi banyak literature dan theology dalam sejarah.

Mengadaptasi kisah Agustinus tidaklah mudah. Tapi penulis Francesco Arlanch dan sutradara Christian Duguay telah membayangkan pekerjaan dan kehidupan Saint Augustine  dengan cemerlang. RESTLESS HEART divisualisasikan secara spektakuler.  Film ini sangat artistik, mulai dari rumah sederhana ibunya Monica ke pengadilan kerajaan Milan lalu ke dalam tempat suci Uskup Ambrosius. Para pemain tampil dengan luar biasa, menciptakan karakter yang otentik, terutama Franco Nero sebagai Agustinus tua  dan Monica Guerritore sebagai Monica, ibu  Agustinus . Bermain sebagai Agustinus, Alessandro Preziosi menampilkan  realitas yang jujur ​​dan mendalam terhadap perkembangan dan pertobatan dari Agustinus.

Film
ini, seperti bukubiografi Agustinus, adalah melihat ke masa lalu.  Film ini dibuka dengan adegan selama pengepungan di kota Hippo, di mana seorang Uskup berusia Agustinus menceritakan kisah masa kecilnya dan penemuan kebenaran itu untuk membebaskannya. Atau lebih tepatnya, sebagaimana  Uskup Ambrosius mengatakan kepada Agustinus, "Manusia tidak menemukan kebenaran. Manusia harus membiarkan kebenaran menemukannya. "

Memang ada kebenaran dalam kisah ini. Dengan momen intim langsung dari halaman bukunya Confessions, RESTLESS
HEART memberi kita kisah sekilas yang menarik ke dalam kehidupan sosok yang benar-benar luar biasa ini. Dari kesehariannya sebagai seorang pemuda sombong lalu menjalani pergumulannya dengan kebanggaan dan nafsu sebagai orang dewasa, Agustinus berbicara tema yang masih relevan bagi kita saat ini. "Yang saya butuhkan adalah diri saya sendiri." Mitos ini berdering di telinga orang di seluruh dunia, membawa  pesan nilai RESTLESS HEART abadi.

Kata-kata sendiri dari Monica untuk anaknya berbicara kepada kita semua. "Manusia tidak menciptakan dirinya sendiri, dan tidak pula ia cukup untuk dirinya sendiri." Dunia selamanya berbeda karena kebenaran menemukan pria Agustinus sombong, yang hatinya tidak pernah damai, berubah menjadi seorang pria yang hatinya pada akhirnya  menemukan damai di dalam Tuhan. Dalam bukunya Agustinus, kalimat awalnya dimulai dengan,” For Thou has made us for thyself and our hearts are restless till they rest in Thee.”

christiancinema


3G325DU6H88A

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 Comment:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements