Wednesday, September 05, 2012

Film dan Media Menginspirasi Kejahatan?

Do you want to share?

Do you like this story?

Penembakan brutal di bioskop di Colorado waktu yang lalu dilakukan oleh seorang pemuda yang mengklaim dirinya sebagai ‘The Joker’, tokoh penjahat dalam film Batman. Tidak hanya itu, ada indikasi bahwa pemuda itu juga meniru adegan dalam komik Batman.  Ini bukan untuk pertama kalinya film Batman menginspirasi orang untuk melakukan kejahatan. Dalam film Batman sebelumnya, 'The Dark Night', seorang pria Belgia bernama Kim De Gelder berusia 20 tahun berpenampilan sebagai 'The Joker' lalu menyerang pusat perawatan anak, membunuh 2 bayi dan seorang dewasa serta melukai 10 bayi. Pada saat tertangkap polisi dia mengakui kejahatannya seraya tertawa dan mengutip ucapan dari salah satu karakter dari film itu.

Kalau anda browsing di internet film yang menginspirasi kejahatan di dunia nyata maka akan muncul judul-judul film baik film jadul maupun film yang baru yang diakui bahkan terang-terangan oleh pelaku kejahatan sebagai sumber inspirasinya. Mulai dari aksi konyol meniru vampire dengan cara menggigit orang sampai aksi yang menimbulkan pertumpahan darah.

Film-film yang mengilhami pelaku kejahatan itu antara lain:

Twilight
Film pertama dalam saga Twilight yang dibintangi Robert Pattinson dan Kristen Stewart disalahkan lantaran membuat seorang remaja Iowa menjadi "gila". Setelah seorang gadis 13 tahun mengaku digigit teman sekelasnya, wakil kepala sekolah menyelidiki dan mengetahui bahwa seorang bocah laki-laki telah menggigit 10 lainnya dalam satu bulan. Ketika dihubungi, ayah anak itu mengatakan bahwa itu gemar menonton film Twilight. Menurut Des Moines Register, dia menjadi hobi menggigit orang sejak saat itu. Ketika siswa-siswa di sekolah sampai harus memakai pengaman leher tidakkah itu mengindikasikan adanya bahaya?

The Town
Ben Affleck membuat perampokan bank terlihat mudah dalam film yang dibuat pada 2010 itu. Pasangan Illinois mencoba menarik uang dengan sebuah pencurian meniru film ini pada 2011 di Chicago Bank. Mereka mengenakan baju biarawati dan topeng, lalu menodongkan senjata kepada karyawan bank, tapi tidak ada tembakan dan tidak ada yang terluka. 

Dexter
Drama memukau tentang seorang pembunuh berantai telah disebutkan dalam setidaknya satu pembunuhan di kehidupan nyata. Pada 2009, Andrew Conley, 17, mencekik saudaranya, Conner, yang masih berusia 10 tahun dengan tangan kosong. "Faktanya adalah ia telah mengatakan berfantasi tentang membunuh orang," kata jaksa Aaron Negangard pada 2011. Satu jam interogasi pertamanya oleh polisi, Conley hanya bercerita tentang Dexter dan dia merasa seperti tokoh dalam film itu yang menjadi pembunuh orang jahat.

Natural Born Killer
Duo pembunuhan kehidupan nyata terilhami karakter utama dalam film tahun 1994, Natural Born Killers. Dylan Klebold melakukan sejumlah pembunuhan yang mengerikan, termasuk penembakan di SMA Columbine tahun 1999. Seorang pengacara bagi para korban di Columbine melayangkan gugatan kepada orang-orang di balik film yang disutradarai Woody Harrelson ini. Kasus tersebut ditolak pada 2001.

The Matrix
Plot dari sci-fi populer The Matrix menunjukkan bahwa di dunia kita hidup hanyalah ilusi yang dikontrol oleh komputer. Sejak dirilis tahun 1999 dari film pertama Matrix, ada beberapa kasus yang melibatkan kejahatan kekerasan di mana pengacara telah menggunakan "pertahanan Matrix".n Kasus yang paling terkenal adalah kasus Lee Boyd Malvo, yang dihukum karena pembunuhan tahun 2002. Malvo dikatakan terobsesi dengan dunia realitas kabur dan pengendalian pikiran seperti digambarkan dalam The Matrix.

Taxi Driver
Upaya pembunuhan Presiden Ronald Reagan mungkin adalah kejahatan paling terkenal yang terinspirasi oleh sebuah film. John Hinckley Jr, seorang calon penulis lagu, memiliki obsesi yang tidak sehat untuk bintang wanita dari Taxi Driver, Jodie Foster. 

Motif Kejahatan:
Pertama, untuk meniru. Motif pelaku kejahatan itu adalah meniru aksi kejahatan  atau mengaplikasikan teknik kejahatan yang dilakukan oleh tokoh dalam film tersebut. Dalam kasus pasangan dari Illnois yang meniru aksi dari film The Town, bahkan mereka terinspirasi untuk mengembangkan teknik kejahatan itu.

Kedua, agar terkenal. Ada pula motif pelaku kejahatan yang meniru tokoh dalam film itu agar bisa terkenal dan diliput oleh media. Tindakan yang mencari kepopuleran secara instan ini amat mengerikan karena pelakunya cenderung membenarkan perbuatan yang dilakukannya.

Media dan Eksploitasi Kekerasan
Media yaitu film masa kini harus diakui turut berperan dalam menampilkan aksi-aksi kekerasan yang brutal dan dengan kecanggihan teknik perfilman membuatnya seolah-olah real. Bumbu kekerasan itu ibaratnya menjadi menu utama yang langsung disodorkan kepada pemirsa dan ditonton tanpa pertimbangan apapun sehingga tontonan itu menjadi santapan sadis yang kemudian dinikmati. Amat berbeda dengan film pada jaman dulu terutama di bawah tahun enam puluhan yang hanya sedikit sekali menampilkan adegan kekerasan. Saat ini amat banyak sekali film yang menampilkan kekerasan tidak hanya produk Hollywood tapi juga produk lokal.

Vidoe game juga ikut andil dengan adanya game-game yang menampilkan aksi-aksi brutal membuat gamer juga ikut terbiasa dengan adegan kekerasan. Industri hiburan menjadikan tema kekerasan itu sebagi hiburan sekaligus lahan bisnis yang menghasilkan panen laba yang menggiurkan karena berhubungan dengan merchandise dan aksesoris yang tersangkut paut dengan film.

Apa yang harus dilakukan:

Anak-anak amat gampang dipengaruhi oleh media. Kejahatan yang terekspos di media itu bisa mengambil wujud dari film kartun atau film anak-anak tetapi menampilkan kekerasan. Orang tua harus selektif dan memberikan tontonan kepada anak. Hal yang bisa dilakukan adalah :


  • Selektiflah dengan film yang Anda tonton. Berilah contoh. Anak-anak akan mengikuti apa yang dilakukan orang tuanya. Ketika dia melihat orang tuanya hobi menonton film-film kekerasan maka anak akan menganggap bahwa menonton film itu juga OK.
  • Bangun kesadaran akan bahaya atau dampak film dalam komunitas Anda. Entah melalui persekutuan, atau grup yang bisa mendiskusikan bahaya atau dampak media. Salah satu upaya untuk mereedem film-film kekerasan adalah dengan menontpn film-film yang baik dan bermutu. Mengatasi film kekerasan bukan berarti menjauhi film tetapi media film juga bisa menjadi pembelajaran yang positif. Ada banyak film-film inspirasi dan film rohani yang patut dan layak ditonton. 

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 Comment:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements