Saturday, April 07, 2012

Yusuf dari Arimatea

Do you want to share?

Do you like this story?

Salah satu tokoh yang sangat berperan dalam penguburan Tuhan Yesus adalah Yusuf dari Arimatea. Keempat Injil dengan jelas dan detil mencatat peranannya yang luar biasa mulai dalam proses pengambilan mayat sampai penyediaan kubur dilakukannya dengan tuntas.

Catatan Injil tentang Yusuf dari Arimatea sangatlah unik. Dengan label atau julukan sebagai murid, dia baru tercatat atau muncul saat Yesus mati! Sementara murid-murid atau pengikut Yesus itu banyak yang sudah dicatat dari awal. Tetapi Yusuf dari Arimatea ini muncul dengan identitas sebagai murid Yesus di saat murid-murid yang lain sembunyi karena takut. Yusuf menunjukkan dirinya sebagai pengikut Yesus sementara murid-murid Yesus malah meninggalkan-Nya.

Siapa Yusuf dari Arimatea ini? Dia bukan hanya seorang yang kaya tetapi juga terpandang. Dia adalah anggota Majelis Besar atau Majelis Sanhedrin. Dalam versi KJV disebutkan sebagai seorang yang terhormat,"Honorable counselor". Seorang yang pastinya bijaksana dan berpengetahuan atau berpendidikan yang baik. Singkatnya, dia adalah seorang yang pribadi yang terhormat.

Yusuf ini juga bukan hanya seorang yang punya status dan kedudukan yang elite tapi dia memiliki karakter yang baik. Dia dikenal sebagai seorang yang baik lagi benar. Lengkap sudah, Yusuf bukan hanya seorang yang terhormat karena jabatan atau kedudukannya tetapi sikap dan karakternya sungguh sangat luar biasa. Dia seorang yang baik lagi benar.

Selain karakternya, dia juga punya iman. Dia menantikan Kerajaan Allah. Dia berbeda dengan para Majelis Besar kebanyakan yang dari luarnya beriman tapi dalamnya sendiri kosong alias berperilaku munafik. Yusuf adalah contoh seorang Majelis Besar yang rindu untuk mengenal kebenaran dan menantikan penggenapan Kerajaan Allah.

Yohanes mencatat bagaimana Yusuf mengalami transformasi iman. Tadinya dia adalah pengikut Yesus yang sembunyi-sembunyi karena takut pada orang Yahudi. Mungkin mengingat jabatan atau kedudukannya maka dia tidak pernah secara terbuka mengakui sebagai pengikut Yesus.

Tetapi di momen yang krusial maka Yusuf menunjukkan jati dirinya sebagai pengikut Yesus. Padahal tindakannya itu sendiri sangat berbahaya. Tapi dengan berani seperti catatan Yohanes, Yusuf "meminta" kepada Pilatus. Ini tindakan yang luar biasa. Hanya Pilatus yang punya otoritas untuk mengijinkan pengambilan mayat Yesus dan status Yesus mati di hadapan Pilatus adalah sebagai pemberontak. Pilatus sendiri barus saja selesai berurusan dengan para Majelis Sanhedrin yang mengalihkan kasus pengadilan Yesus kepadanya.

Pastinya Yusuf dari Arimatea tidak sekedar asal meminta tapi sebagai seorang pemimpin maka dia pasti menggunakan kemampuannya untuk "berdiplomasi", dan dengan permohonan yang diajukan Yusuf maka Pilatuspun langsung meluluskan tanpa proses birokrasi yang berbelit-belit. Kalau di negara kita maka prosesnya bisa makan waktu sebulan :(

Yusuf walaupun sebagai seorang yang terhormat tetapi dia menunjukkan rasa hormatnya kepada Yesus dengan cara yang luar biasa. Injil mencatat bagaimana Yusuf turun tangan langsung menurunkan mayat Yesus, membeli kain lenan yang mahal, mengapaninya, membaringkannya di kubur yang baru dan sesudah itu menggulingkan batu kubur.

Peranan Yusuf sangatlah vital, sebagai orang kaya dan terhormat tetapi dia mau dengan rendah hati melayani Yesus yang dalam masa hidupnya secara kedudukan pasti Yusuf dari Arimate lebih tinggi. Ia memberikan pelayanan yang terbaik : Membelikan kain lenan yang mahal, memberikan kuburnya yang baru.

Yusuf juga mau menunjukkan pelayanan yang dilakukan dengan tangannya sendiri. Sebagai orang kaya dia bisa saja menyuruh pesuruhnya atau pembantunya yang mengurusnya. Tapi Yusuf mau turun tangan sendiri dan melakukan proses pemakaman Yesus dari awal hingga akhir.

Pelayanan yang dilakukan Yusuf ini adalah pelayanan yang tulus, dilakakukan dengan rasa hormat dan kasih kepada Tuhan Yesus. Kalau mau mencontoh bagaiaman sikap kita seharusnya dalam menghormati Yesus, belajarlah dari Yusuf dari Arimatea. Iman, keberanian, kerendahan hati dan ketulusan serta pengorbanan dengan memberikan yang terbaik kiranya menginspirasi setiap kita.

Matthew 27:57  Menjelang malam datanglah seorang kaya, orang Arimatea, yang bernama Yusuf dan yang telah menjadi murid Yesus juga.
Matt 27:58  Ia pergi menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus. Pilatus memerintahkan untuk menyerahkannya kepadanya.
Matthew 27:59  Dan Yusufpun mengambil mayat itu, mengapaninya dengan kain lenan yang putih bersih,
Matthew 27:60  lalu membaringkannya di dalam kuburnya yang baru, yang digalinya di dalam bukit batu, dan sesudah menggulingkan sebuah batu besar ke pintu kubur itu, pergilah ia.

Mark 15:43  Karena itu Yusuf, orang Arimatea, seorang anggota Majelis Besar yang terkemuka, yang juga menanti-nantikan Kerajaan Allah, memberanikan diri menghadap Pilatus dan meminta mayat Yesus.

Luke 23:50  Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar.

Luke 23:51  Ia tidak setuju dengan putusan dan tindakan Majelis itu. Ia berasal dari Arimatea, sebuah kota Yahudi dan ia menanti-nantikan Kerajaan Allah. 

John 19:38  Sesudah itu Yusuf dari Arimatea--ia murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi--meminta kepada Pilatus, supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 Comment:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements