Friday, April 20, 2012

Pertobatan Anggota Geng Motor Hell's Angel : Barry Mayson

Do you want to share?

Do you like this story?

Hell's Angel” atau  "Malaikat Neraka" adalah geng sepeda motor yang paling terkenal dan ditakuti di Amerika Serikat. Kehidupan para anggota Hell’s Angel itu selalu berkutat pada minum-minuman keras, obat-obat terlarang, kekuasaan, pelacuran, dan pencurian. Satu-satunya jalan keluar dari gang motor ini adalah mati!

Barry Mayson lahir dan  dibesarkan di Charleston, sama seperti ribuan anak Amerika lainnya. Ibunya membesarkan dia dengan baik dan mengajarkannya tentang  apa yang benar dan yang salah. Dia membuat pengakuan iman di dalam Yesus pada usia 9 tahun. Tapi, ia kemudian mengetahui bahwa ayahnya di penjara menjalani hukuman seumur hidup karena pembunuhan. Pada usia 16 tahun, ayah tirinya yang dianggapnya sebagai 'the real father', Ben Mayson, meninggal karena malaria. Dengan menggunakan cara yang curang ia berhasil lulus dari SMA. Tapi kuliahnya berumur pendek ... Perguruan tinggi Baptis di mana dia terdaftar di pegunungan Georgia segera mengeuarkannya. Ia bergabung dengan Angkatan Darat, menikah, dan menjadi ayah dari dua putra.

Kemudian, setelah melihat film sepeda motor, " Hell's Angels on Wheels " dengan kehidupan yang nampaknya bebas di jalan, sepeda motor memasuki kehidupannya. Baginya itu adalah  kebebasan, kesempatan untuk keluar dari lingkaran yang selalu menghimpit kehidupannya. Dia mulai bergabung dengan dengan sebuah klub Atlanta kecil yang disebut Suns Rising.



Pernikahannya berantakan. Ketika polisi menggerebek klub, Barry berhasil melarikan diri. Dia berumur 26 tahun waktu itu. Dari Rising Suns ia pindah ke Carolina Selatan ke sebuah klun yang ditakuti, Tribulators, mereka memanggilnya Barry-Barry. Empat tahun kemudian ia bertemu Hell's Angel dan menjadi anggota di Pantai Timur.


Dia segera terlibat dalam segala jenis kegiatan teror. Dia memiliki senjata dengan peredam suara dan 25 pon bahan peledak yang disembunyikan di halaman belakang rumahnya. "Semuanya terorganisir dengan baik dan rahasia, tapi aku tahu bahwa orang-orang terbunuh," katanya. Anehnya, suatu hari ibunya datang ke  klub dan berteriak, "Puji Tuhan, Tuhan memberi saya visi untuk kamu bahwa kamu bukan malaikat neraka itu! Kamu adalah anak Allah!" Segera, kehidupan geng yang dianggapnya kebebasan telah menjadi sebuah perbudakan!

Pada tahun 1976 pengendara motor ini pergi ke California untuk acara pemakaman seorang "malaikat" yang telah ditembak dan dibunuh di San Diego. Di sini ia diberi perintah untuk membunuh beberapa anggota klub saingan di Pantai Timur. Meskipun ia telah terlibat dalam kejahatan selama beberapa tahun, dia menolak  untuk melakukan pembunuhan.

Penolakannya untuk membunuh itu membuat dia ditolak oleh gengnya dan justru menjadikan dia “target” oleh gengnya sendiri. Gengnya mengirim seorang “pembunuh” yang menyelinap ke sebuah restoran untuk membunuhnya. Barry tahu ketika ia akan keluar dari restoran ia pasti akan mati.

Di tengah keputusasaannya dia menelepon "Gypsy", istri keduanya yang tinggal dengan ibunya di South Carolina. Barry  sebelumnya tidak takut dan tidak menghormati siapapun - kecuali ibunya - seorang Kristen yang  penuh kasih, dan tanpa rasa takut berbicara padanya dan biker dan teman-temannya pelacur tentang kasih Kristus. Dia tahu dia akan dibunuh. Dia ingin mengatakan kepada istri dan ibunya bahwa ia menyesal atas semua yang telah dilakukannya dan  yang menyakitkan mereka selama bertahun-tahun. Ia merasa takut, kesepian, dan kosong. Tapi Ibu Barry mulai memberikan harapan. Tidak ada yang tidak dijangkau oleh pengampunan Kristus, dia menceritakan dan mengutip janji-janji Alkitab tentang kasih Allah dan tawaran keselamatan. Percakapan telepon berlangsung tiga jam di mana ibu yang penuh kasih membimbingnya kembali kepada Yesus lagi!

Dia menutup telepon dan memandang ke cermin dinding dan merasa melihat agen-agen FBI di belakangnya. Dia berpikir, "Aku tidak percaya Mama pergi dan memanggil FBI dan mereka sampai di sini begitu cepat!" Dia berjalan keluar dan berpikir mereka berada di belakang dia, saat ia berhasil lolos, ia menyadari bahwa FBI sebenarnya ada. Barry yakin bahwa ia didampingi malaikat yang bisa dilihat oleh orang lain sebagai agen FBI. Belakangan ia mengetahui bahwa ibu Barry telah diberi visi pada waktu yang sama bahwa Barry dilindungi oleh pagar api.

Pada usia 33, sesuatu terjadi kepada Charles Barry Mayson , pada malam 27 Oktober 1976. Dalam kata-katanya sendiri, " Sebuah harapan baru, sukacita baru, dan kekuatan penyembuhan mengalir dalam hidup saya sebagaimana Yesus yang mulia membuat saya menjadi ciptaan baru." "Barry-Barry" telah mati, sebuah Barry baru telah muncul.

Barry yang baru pergi ke sebuah sekolah Alkitab di Florida, ditahbiskan menjadi pelayan Injil, dan kembali ke Charleston untuk memulai pelayanan pemuda dan pelayanan penjara  yang bernama Heaven's Saints Motorcycle Ministry yang banyak terlibat dalam upaya pencegahan pemuda penjara. Dia bahkan menulis surat kepada Hell’s Angels dan mengirimkan literatur Kristen kepada mereka !

Tetapi jika Barry selesai dengan geng, geng itu tidak selesai dengan Barry. Suatu hari seorang anggota datang ke pintu rumahnya, mengklaim telah berhenti dari Hell’s Angels dan memohon bantuan. Ia tinggal dengan Barry selama enam minggu. Suatu hari ketika ia sedang mabuk dia mengaku bahwa dia dikirim untuk membunuh Barry tetapi tidak bisa memaksa dirinya untuk melakukannya. Setelah itu, Hell Angels menyimpulkan bahwa Barry adalah  seorang yang "kacangan," lalu  membiarkannya.

Barryu Mayson adalah pendiri Heaven's Saints Motorcycle Ministry dan juga pendiri Barry Mayson Outreach, yang telah beroperas selama lebih dari 30 tahun. Barry Mayson saat ini telah berada di surga. Dia meninggal dunia tanggal 4 Juli 2007 dalam usia 63 tahun di rumah kediamannya. 





YOU MIGHT ALSO LIKE

0 Comment:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements