Saturday, March 24, 2012

Kisah Nyata di Balik Film Most / The Bridge

Do you want to share?

Do you like this story?

Most dalam bahasa Czech "bridge" adalah film pendek yang menceritakan pengorbanan seorang ayah yang harus mengorbankan anaknya agar kereta yang hendak melaju melewati jembatan bisa melintas dengan aman. Film ini meraih nominasi Oscar untuk Best Live Action Short Film.

Film ini berdasarkan kisah nyata seorang pria bernama John Griffith. Pada tahun 1930-an ia bekerja sebagai pengontrol dari jembatan kereta api besar di seberang Sungai Mississippi. Setiap hari pada waktu yang sudah dijadwalkan jembatan besar terangkat sehingga kapal kapal bisa melewati sungai. Dan menurut jadwal yang juga sudah ditentukan, John akan menurunkan jembatan sehingga angkutan kereta penumpang bisa menyeberang.

Pada musim panas tahun 1937, John Griffith membawa anaknya Greg yang berusia delapan tahun ke tempatnya bekerja untuk pertama kalinya. Greg senang melihat-lihat jembatan kereta api besar dan kereta api serta kapal, dan juga melihat ruang kontrol dengan semua jenis pengungkit dimana ayahnya yang mengendalikan semuanya itu.

Ayahnya membawanya ke dek pengamatan sehingga ia bisa menyaksikan kapal dan kereta api lewat. Siang hari John membiarkan jembatan terangkat sehingga beberapa kapal lewat karena tidak akan ada kereta yang datang untuk sementara. Dia berjalan ke dek observasi di mana mereka berdua makan siang.

Saat John bercerita panjang lebar tentang kereta api & perahu, ia dikejutkan oleh jeritan peluit kereta di kejauhan. Dia segera melihat jam tangannya dan melihat bahwa waktu menunjukkan 1:07.

Di tengah ceritanya ia lupa bahwa kereta penumpang - ekspres untuk Memphis dengan 400 penumpang - akan segera menderu melintasi jembatan itu.

Tanpa panik tapi dengan sangat cepat ia melompat dari dek observasi dan berlari kembali ke menara kontrol. Dia meletakkan tangannya di atas kontrol besi besar-besaran dan mulai menutup jembatan. Tapi sebelum menarik tuas, ia melirik ke bawah di bawah jembatan untuk melihat apakah ada kapal di bawahnya.

Ada pemandangan yang menarik perhatiannya yang nyaris membuat jantungnya hampir berhenti.

Putranya Greg telah tergelincir dari dek observasi dan telah jatuh ke dalam roda gigi besar yang menggerakkan jembatan. Meskipun anak itu masih hidup dan sadar, kaki kirinya tersangkut di roda dari roda gigi utama! John tahu bahwa jika ia menarik tuas maka anaknya akan hancur.

Matanya berkaca-kaca panik, dan pikirannya berputar. Apa yang bisa dilakukannya adalah mengambil tali, bergegas ke menara observasi, mengikatnya dan menurunkan dirinya ke dalam gear box, membebaskan anaknya, membawanya kembali ke dek observasi, dan berjalan cepat kembali ke menara kontrol untuk menurunkan jembatan.

Tapi dia segera menyadari bahwa tidak ada cara lain yang dia bisa lakukan di karena tidak ada waktu untuk melakukannya.

Sekali lagi, peluit kereta berbunyi lebih dekat dari sebelumnya. Dia bisa mendengar roda bergerak di atas trek dan suara mesin yang menderu.

Dia menghadapi dilema!

Ada 400 penumpang dalam kereta yang menderu ke arah jembatan. Tapi John Griffith adalah seorang ayah dan itu adalah anaknya!

......... Dia tahu apa yang harus ia lakukan ........ sehingga ia membenamkan kepalanya di lengan kirinya dan menarik tuas utama.

Jembatan besar itu turun ke tempatnya dan dalam sekejap Memphis Express meraung melintasi Mississippi.

Ketika ia mengangkat kepalanya dengan wajahnya berlumuran air mata, dia melihat ke jendela yang lewat kereta.

Ada pengusaha yang lagi santai membaca koran sore mereka, konduktor berseragam melihat di balik rompinya dengan jam kantongnya, wanita berpakaian rapi di gerbong makan sambil menyeruput kopi, dan anak-anak menyendoki piring es krim mereka. Sebagian penumpang terlihat mengobrol santai dan tertawa.

Tidak ada satupun yang melayangkan pandangnya ke arah rumah kontrol dan tidak ada yang melihat gear box besar.

Dengan penderitaan memilukan, John Griffith berteriak , "Saya mengorbankan anak saya untuk Anda! Apa kau tidak peduli?" Tapi tak seorang pun mendengar. Mereka bahkan tidak pernah mendongak dari koran mereka, jam tangan, kopi dan es krim.

Hidup kita mirip seperti para penumpang ekspres Memphis. Kita sibuk dan tenggelam dalm rutinitas sehari-hari dan mungkin juga bergulat dengan pergumulan hidup dalam pekerjaan dan masalah-masalah hidup kita. Kereta Ekpres Memphis telah menjadi dunia kita dan kita hidup dari hari ke hari melupakan apa yang telah Tuhan lakukan bagi kita. Sekitar dua ribu tahun lalu, Dia mengutus Anak-Nya yang tunggal di kayu salib mati bagi kita yang berdosa. Adakah kita mau melihat pengorbanan Bapa dan mau menghargai pengorbanan Kristus yang telah menyelamatkan kita?




Untuk mendownload film ini, ada dua pilihan yaitu versi panjang : Video 18 menit (93 MB) klik disini dan versi pendek Video 9 menit (21 MB) klik disini

YOU MIGHT ALSO LIKE

0 Comment:

Post a Comment

Advertisements

Advertisements